Parodi : Cinta MS-Word
Jika anda pernah membaca tulisan saya, sebagaian tulisan saya pasti bicara tentang kehidupan, terlebih tentang cinta, ada seorang yang tak saya kenal pembaca blog saya, saking sok kenalnya dengan saya ia duduk minum kopi dengan saya disebuah mall lalu berkata kalau saya ini menulis dengan cengeng, tentu ia hanya membaca saja dalam konsep berfikirnya, tak tahu bagaimana proses hati tadi berubah menjadi tulisan, bagaimana pengalaman manis dan sepet hidup ini lalu dituangkan dalam tulisan, yah mungkin suasana hati yang memerah biru tadi benar-benar seolah nampak meniris hati, tapi toh tulisan yang memerah biru tadi yang saya ketik di MS-word juga melalui proses yang panjang dan kemudian hanya sebuah ungkapan pengalaman berharga yang kemudian hari tak membuat saya selalu melankolis saja.
Hidup saya nyatanya tetap berdiri tegak dengan pilihan hidup yang saya pilih dan saya jalani.
Saya tetap berdiri jadi pria yang punya prinsip kuat, pendirian kuat, dan kekuatan yang mampu menjalani kesulitan apapun, ahhh apa lagi kesulitan cinta…
Orang hidup bisa memilih jalan yang salah, tetapi yang pandai ga mau dua kali kan salah melulu…itu namanya bego.
Jadi apa yang saya tulis sebenarnya pengalaman tentang kekuatan, bukan tentang kecengengan…
Jadi pendapat tadi bisa salah dong? Yah namanya pendapat bisa koq salah.
Setiap orang punya pendapat, setiap orang punya point of view, saya pun kali ini menulis kritik tajam, dengan point of view saya yang ada, dengan bahasa saya yang tegas, menyindir dan mencoba membuka kebenaran…tak salah toh kalau kebenaran di gamblangkan, tidak ditutup-tutupi, HARAP DIMAKLUMI, TULISAN INI TIDAK MENYINGUNG SATU PIHAK, PIHAK TERTENTU, TAPI KALAU KITA CERMATI, HAL INI TERJADI DIBANYAK KEHIDUPAN PRIBADI. TIDAK CUMA SATU PRIBADI. SOMEWARE OUT THERE PASTI MENGALAMI APA YANG SAYA KATAKAN DALAM CATATAN INI.
DAN KEBENARAN ADA DILUAR SANA, KEBENARAN TAK BISA DIPUTAR BALIKKAN, WALAU ANDA BENAR BISA JADI SALAH, SALAH JADI BENAR.
Oke, kita kembali ke cinta MS-WORD, cinta MS-word tadi terbukit bukan sekedar “WORD”, apa lagi “word” tanpa arti, tapi action, bukankah demikian sesunguhnya cinta…?, cinta kan bukan sebuah ungkapan “I LOVE YOU”, “I LOVE YOU SO MUCH” “I LAP YOU SO MAT”, baru-baru ini keponakan saya yang paling saya cintai, sedang bisa-bisanya bicara “I love you…I love u”, mungkin ia tak tahu artinya, tetapi, nampak tulus dan lucu saat kita yang mencintainya mendengarkan.
Bagaimana dengan kita yang dewasa…bahanyanya ungkapan tadi menjadi nampak RANCU jika tak pernah dikatakan lansung dengan makna/arti yang sangat berarti dari hati dan kadang kata “ILOVE YOU” diungkapkan tanpa tatap mata yang serius (matanya malah lari sana sini), bahanyanya hanya sekedar ungkapan dalam short text message, or kata-kata di messenger….alahhhh makkkkk basi ah.
Jadi mustinya cinta itu kan benar-benar pembuktian seberapa “BESAR” cinta itu, seberapa kekuatan cinta itu, seberapa murninya cinta itu, kemana cinta itu mau dibawa, seberapa cinta itu benar-benar bukti nyata, inget ya kata-katanya “NYATA”, sadarkah kita Cinta bukan “omdo” (omong doang), cinta bukan kata-kata saja tapi benar-benar action, cinta bukan sandiwara atau opera sabun di TV, yang bisa di rewind ulangan siarannya.
Saya pernah jatuh cinta dengan seorang anak Pendeta, yang tinggal di California, ia pernah berkata kepada saya “kalau kamu serius datang kesini dong”, heheh, benar juga katanya…saya menjawab “kalau saya punya Jet, udah berangkat hari ini juga”.
CINTA IS ACTION…CINTA PERLU PEMBUKTIAAN.
Susahnya kan cinta itu diartikan dengan nilai-nilai yang salah, cinta dinomor sekiankan dengan “kekuasaan”, “uang”, “nama baik”, sedangkan cinta memiliki nilainya sendiri dan perlu dibuktikan.
Maka kadang hati nurani pun disingkirkan demi sesuatu yang jelas-jelas salah.
Sekali lagi saya berkata “CINTA IS ACTION”, maka seharusnya saat saya mencintai seseorang, maka tak cuma gunung ku seberangi, laut ku daki, eh salah ya, maksud saya gunung ku daki pake helicopter, laut ku seberangi pake kapal selam…hehehe.
Kadang bukan hanya urusan gunung dan laut yang dihadapi, diacam-acam “gertak sambal” pun saya hadapi, di dukunin pun saya hadapi, di todong pistol pun saya hadapi, artinya bawa cinta tidak bisa diusir dari hati kita sekalipun nyawa bayarannya.
Sekalipun kita kehilangan apapun karena cinta….
APAKAH ANDA SEPERTI INI, SEKUAT APA CINTA ANDA?
Nyatanya kan ga selalu seperti ini?
Baru digertak bapaknya udah kabur…hahhaha, lucu…
Nyatanya lagi cinta ga selalu seperti ini?
Cinta kepada pacar, tapi selingkuh biasa, rajin lirik sana-sini biasa, kebenaran dan kejujuran bisa disembunyikan dan diputar balik, dan parahnya bangga bisa bilang “gw dapet cowok kayak gitu bisa dapet 100”, kalau gitu kumpulin dong lalu di jejer dilapangan bola.
Eh tapi bisa jadi loh cinta itu dilupakan sejenak, saat kita terdesak…saat kita pucat pasih, ga bisa mencari jalan keluar dan akhirnya “aku hanya mencintai kamu, dia cuma orang lewat yang ngejar-ngejar aku”. Buset deh….cinta koq dijual-jual, cinta koq di gadaikan demi keselamatan sendiri. So you see the quality?, kalau cinta juga keteguhan hati, mana keteguhan hatinya….belajar dulu deh baru ujian.
Cinta kepada keluarga (istri,anak,suami), sadar dong, gini aja masa ga bisa, masa saya harus ngajarin, hey kalau kita mau berhasil dalam rumah tangga, ada cinta yang tercurah buat anak dan istri, atau suami dan anak, cinta yang ga termotivasi sesuatu, cinta yang tidak tergantikan dengan motivasi yang lain, tak ada niat untuk selingkuhi istri, ada cinta antara istri dan suami, gak niatnya nyari hata, kalau dasarnya aja ga ada, mau jadi apa keluarga ini?, jangan salah jika anak-anak tak punya contoh untuk dicontoh, tak bisa liat gambaran keharmonisan buat keluarganya kelak. Saya notabane belum berkeluarga, koq saya bisa tau ya prinsip-prinsip ini, dan beberapa keluarga bertanya hal-hal begini ke saya?.
Kalau sadar tentang cinta, semua orang yang dewasa dan bijaksana pun tidak menjual cinta demi uang. Motivasi hatinya mulia, bersih, otaknya ga kotor dan aneh.
Saya punya seorang teman yang memiliki keluarga dengan tiga anak, ia selalu pingin cepat kembali ke rumah untuk bermain dengan sang anak, keluarganya begitu harmonis dan penuh cinta, duh ngiri ga sih liatnya? Mau liat? Saya bawa anda melihat ke keluarga itu…
Saya juga punya sahabat yang dulunya hidup buruk, setelah berkeluarga, astagaaaaa, betapa berubahnya ia menjadi seorang bapak yang bijaksana dan baik.
Saya punya sejuta gambaran dan contoh, bahkan menjalani kehidupan yang demikian, untuk itu konsep dan pikiran saya pun penuh dengan hal-hal yang real dan baik, TIDAK KOTOR.
Cinta kepada orang tua, saya sangat bangga kalau ada orang bisa cinta kepada orang tua begitu rupa, dengan rasa hormat dan rasa tulus menghargai orang tua yang sudah melalukan begitu banyak, tapi tentu ya ada tapinya, orang tua seperti apa yang perlu untuk dihargai dengan tulus…tentu yang benar-benar juga mencintai anaknya dengan tulus dan ga salah konsep, saya kadang heran jika menemukan orang tua yang berkata “eh lo udah gw lahirin, gw gedein, sekarang lo balas jasa ke gw” nampaknya jadi rancu jika orang tua berkata demikian, jadi pengorbanan orang tua pamrih dong.
Saya percaya disurga sana, hal ini tak bisa dibenarkan.
Kitab suci berkata “hey orang tua, jangan sakiti anakmu” jadi kalau hati orang tua disakiti, tentu karena bahasa tadi rupanya telah melukai hati anak-anak mereka.
Saya bangga pada orang tua saya yang mendidik dan membesarkan saya “tanpa pamrih”, tak pernah saya diminta harus melakukan apa buat menghormati mereka, dan membalas jasa mereka, bahkan mereka hanya mau melihat anaknya bahagia dan berhasil dengan jalan yang anak mereka ambil, memberikan TANGUNG JAWAB dan kebebasan untuk menjadi bahagia, mereka hanya menuntun kita dan mendidik kita menjadi dewasa setelah kita dewasa kita dibiarkan terus bertumbuh untuk menjadi maju dan bijaksana, tapi ada pula kan yang sebaliknya, orang tua tak pernah sadar anaknya sudah 30 tahun, tetapi tetap diperlakukan seperti 13 tahun dengan aturan dan koridor mana anaknya bisa berjalan, jodoh diatur, kerja diatur…entah apa lagi yang diatur, jangan-jangan warna celana dalam juga diatur.
Seorang bijaksana, dan motivator ternama berkata, keberhasilan dan kegagalan anak, bukan hanya tangung jawab si anak, tetapi sebagian besar tangung jawab orang tua mendidik, menjadi panutan, menjadi contoh, menjadi sumber pengetahuan bagi anaknya, bentukan psikologis anak adalah cerminan dari orang tuanya.
Contoh saja : Hey orang tua, pernahkah kita berkata “kamu jangan kayak bapakmu…” atau “kamu jangan kayak ibumu”…lalu kemana anak-anak mau bercermin dan mencari panutan?, kemana anak-anak mau belajar jika panutannya tidak ada…akhirnya jangan salah jika kita memiliki anak-anak yang tak punya karakter diri dan memberontak, dan bodohnya orang tua heran “darimana sih kamu koq bisa begini”.
Jangan salah pula jika kemudian hari memiliki anak-anak yang tidak tangung jawab dengan melempar kesalahan kepada orang lain “Dia tuh yang salah….”.
Ingat pepatah berkata “air cucuran jatuhnya keplimbahan…”
Don’t blame on your kids, blame your self….
Kalau anak tidak bisa bijaksana, karena orang tuanya tidak bijaksana.
Kalau anak bisa melawan, karena orang tuanya mengekang dan memperlakukan seperti burung dalam sangkar anak-anak mereka.
Agama dan kitab suci mengajarkan, anak akan terberkati jika diberkati, anak akan terkutuk jika dikutuk.
Kalau orang tua selalu saja berkata “Hey kamu anak kurang ajar ya….” Ya jadilah dia anak kurang ajar…
Hey pikir terbalik, apa yang terjadi jika anda yang seperti itu?
MANUSIA PUNYA HAK ASASI, sesuatu yang ada dalam hati dan hidup mereka dan kodrat mereka yang tidak bisa di singkirkan dari lahir.
Semua agama mengajarkan, prinsip akil balig, artinya anak sebelum akil balig itu tangung jawab orang tua, setelah akil balig semua hal dalam hidupnya tangung jawab sang anak sendiri. Baca kitab suci anda…(Bagi yang Nasrani, baca Ulangan, dan keluaran).
Cinta yang murni itu tidak cuma omong doang, bukan juga cuma kata-kata diatas kertas, tapi sebuah kenyataan yang benar-benar bahwa cinta itu harus dibuktikan. Bahasa kerennya di IMPLEMENTASI KAN…dan di implementasikan dengan ketulusan, dan prinsip yang benar…tidak ngawur…
Jadi jika implementasinya salah, salah pula kehidupan.
29/4/2008 – 2/5/2008 9:06 AM
Markus AP


Everybody call him Marks, peoples say he is outgoing, caring, nice, cool, gentleman, humble, straight to the point, sometime he so quite, relegius, Intelligent, thinkers, honest, Confident, social butterfly, helpful & friendly. He always said : ‘Im still learn many thing in this life, Im not PERFECT person, Im not SUPER, or im not done in this life, especially with my self, so don’t expect too much, I just being my self. I just being what God want me to be.. In my life i just make everything simple, my life is to love, doing the best for me and another. “Hey life is not easy but make it simple”.








15 Responses to “Parodi : Cinta MS-Word”