Don Corleone said I m gonna make him an offer he cant refuse


12:07 am, June 24, 2010
Pages
Recent Posts
Most Popular Posts
Last Blackberry Note
Categories
Recent Comments
Login




Register | Lost your password?
New eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

eBook : Kayurie

Kayurie : kumpulan cerpen & puisi, free reading online

Kayurie - view online


Memenangkan Kehidupan
By. marcus . April 30th, 2009 at 8:08 am
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Memenangkan Kehidupan

    TUJUAN
    Izinkan saya hari ini, membuka presepsi kehidupan anda, menyegarkan diri anda, mungkin sedikit menampar kesadaran anda akan harkat diri anda menjadi manusia yang penuh kemenangan dalam hidup…tentu dengan memberikan kebijaksanaan ini saya bukan orang yang sudah mengerti seluruhnya tentang kehidupan, saya bukan sang guru kehidupan, saya murid dari kehidupan juga, sama seperti anda, saya berkata sang guru kehidupan itu adalah kehidupan itu sendiri. Edith Wharton berkata Life is the only real counselor.
    Apa yang ada hari ini adalah sharing pengalaman saya sebagai murid kehidupan, yah semoga membuka wawasan anda untuk memenangkan kehidupan.
    Mari kita mulai…

    Banyak orang sering kali tidak pernah berfikir…kenapa hidup harus dimenangkan..
    Sebagian besar orang berkata “ah…hidup mengalir saja…”
    Saya sering bertanya…”mengalir kemana?”
    Saya setuju hidup harus dijalani, tetapi kita jalan kemana…
    Akankah kita berjalan tanpa sebuah tujuan, kita tak tahu apa yang harus kita lakukan saat bagun pagi, kita tak tahu apa yang akan kita lakukan agar hidup kita punya arti dan nilai?.
    “Sebuah aliran air punya bentuk, dan tujuan akhir alirannya, perhatikan air yang mengalir dari pegunungan, ke sungai, lalu ke laut, pasti ada tujuannya”

    Seorang yang perlu membeli buku, tentu ia akan tahu perjalanan ke toko buku terlengkap dan yang terdekat dari rumahnya…artinya ia tahu tujuannya untuk memenuhi keinginannya membeli buku.

    “Jadi hidup harus ada tujuan”.

    Lalu bagaimana kita menetapkan tujuan dan mencapainya…ini pertanyaan yang akan terjawab dalam catatan ini kedepan…

    BELAJAR DARI KEHIDUPAN
    Jika kita sepanjang usia kita menfokuskan diri untuk, memikirkan, merenungkan sampai akhirnya menyadari siapa dan apa tujuan kita menjadi manusia, hingga akhirnya membuat kita tau bahwa kita sedang dan harus belajar dari kehidupan.
    Maka apapun yang ada didalam kehidupan kita akan membuat hidup kita belajar, bahkan menuju lebih baik, yah menuju diri kita yang lebih baik.
    Maka seperti layaknya seorang murid ia akan memfokuskan diri belajar dari kehidupan. Dan seorang yang focus pada pelajarannya maka ia akan berhasil didalam pelajarannya, dan ia akan makin terasah dan paham apa eksistensinya menjadi manusia.
    Yah saat kita benar-benar belajar, kita akan mampu melihat inti sari pelajaran kita dalam hidup.
    Bahyanya sering kali kita tidak mampu mengintisarikan semua hal yang terjadi dalam kehidupan…
    Kebahagiaan tidak pernah dimaknai sebagai sesuatu yang memiliki arti.
    Kesedihan juga tidak pernah dimaknai sebagai sebuah refleksi yang juga memiliki arti.

    Victor Frankl menulis “Dewasa ini, lebih banyak orang memiliki sarana untuk hidup tetapi tidak punya arti untuk hidup”.

    Kekayaan, kesehatan, kebahagiaan, keluarga yang harmonis dan banyak lagi sering kali tidak dinikmati dengan rasa syukur…dan membuat hati kita makin rendah hati…tapi kadang malah membuat kita lupa.
    Dan saat kita mengalami segala hal yang tak enak…sering kali tidak bisa di intisarikan “apa maknanya”…dan membuat kita merefleksi dan belajar untuk lebih baik.
    Sering kali kita tidak pernah memperlakukan hidup yang kita jalani sebagai sekolah tetapi sebagai aliran…dan bahayanya kita tak tahu kemana aliran tadi…apakah aliran tadi bertujuan membuat kita be better person, or…aliran tadi membuat kita lebih buruk….kita sering tidak tahu. INI BUKAN KEBIJAKSANAAN

    “Jadi belajar lah dari kehidupan, perlakukan kehidupan sebagai bangku sekolah dimana focus kita tertuju pada pelajarannya, karena kehidupan adalah guru yang paling baik untuk membuat kita mengerti kehidupan itu, bahkan tanpa sadar memberi tahu kemana kita akan pergi, mengajarkan kita lebih pandai, bijaksana, kuat dan stabil dalam hidup”.
    Enjoy the class…

    HIDUP DENGAN KRITIS
    Seorang yang bepergian jauh dan tak tahu kemana jalannya, akan mudah tersesat, dengan membawa kompas, membawa peta, dan  bertanya adalah salah satu cara untuk kita menjadi tidak tersesat.
    Kehidupan juga demikian, kita sering tidak memiliki pegangan yang tetap untuk arah hidup kita, kita tak punya petunjuk kemana kita pergi, kita tak punya arahan yang pasti kemana tujuan kita, yang bahaya kita juga sama sekali tak memiliki pengetahuaan untuk arah tujuan kita.
    Kita sering menerima begitu saja banyak hal dengan “ikut-ikutan”.
    Kita sering mendengarkan mereka yang tidak berpengalaman.
    Kita sering mendengarkan sampah daripada mendengarkan nasehat bijaksana yang membuat kita lebih baik.
    Kita tak pernah punya pegangan yang pasti buat diri kita sendiri, melalui pencariaan jati diri kita sendiri.
    Kita lebih sering lari dari permasalahan dibandingkan menghadapinya.
    Hidup kita sering tidak kritis, dengan menerima semua hal, tanpa mempertanyakan “apakah ini baik untuk saya”, “apakah dengan lari saya lebih baik?”.
    Sama dengan kata “Ah hidup mengalir saja”, kita tidak dengan kritis mempertanyakan apakah hidup yang mengalir tak memiliki tujuan…?
    Menjalani hidup hanya dijalani, tanpa tujuan? Tanpa gol, tanpa ada perjuangan?
    Yang terjadi kita sering kali tidak kritis dengan hidup kita sendiri, kita bisa melihat hidup orang lain dengan pandangan yang brilian tetapi tidak dengan hidup kita sendiri.
    Mulailah mempertanyakan (red menguji) banyak hal dalam diri kita, prinsip, pegangan, arah hidup, dan banyak hal lainnya.
    Apakah sudah benar? Apakah akan membawa anda kepada kehidupan yang lebih baik?
    Yang benar-benar berguna bagi kita tak ada salahnya dijadikan kompas buat arah hidup kita.
    Bagi saya pribadi prinsip-prinsip dalam agama sering kali benar-benar terbukti sangat manjur dijadikan pegangan bagi kehidupan kita.

    MENETAPKAN TUJUAN
    Jika kita bertanya kepada teman, atau sahabat, “apa tujuan mu hidup”, sebagian besar pasti berkata “aku mau jadi orang kaya…”, “aku mau punya keluarga bahagia…”, sebagian besar orang menjawab “efek” atau “hasil” dari tujuan yang tidak ia pahami…
    Semua orang pasti ingin hidup yang berkelimpahan,
    Semua orang pasti ingin hidup yang sehat
    Semua orang pasti ingin hidup yang bahagia…
    Tak ada yang salah memiliki tujuan-tujuan itu.
    Tetapi apakah benar itu tujuan yang sebenarnya, sebagian orang yang ingin kaya, malah terjebak dalam kehidupan yang tidak bahagia, harta yang tiba-tiba hilang, malah membuatnya tidak bahagia, orang lain yang mengenakan pakaiaan lebih bagus, malah membuatnya ingin mengenakan pakaiaan yang lebih bagus lagi! Yah kita mampu mungkin membelinya, tetapi kenapa kita disibukan dengan kesibukan yang tidak perlu.
    Jadi artinya, kebahagiaan kita “tergantung”,
    Saat saya punya uang, maka saya bahagia.
    Saat saya bisa pakai pakaiaan baru, maka saya bahagia.
    Sesungguhnya itu bukan tujuaan yang sesunguhnya…

    “Kebahagiaan, kekayaan, kesehatan dan banyak tujuan mulia lainnya, dimulai dari hati, hati yang bahagia, hati yang sehat, hati yang kaya, dan semua itu harus selalu ada terlebih dahulu, tanpa syarat apapun, selalu dimulainya dari dalam, bukan dari luar, saat itu maka kita siap menerima efek atau hasil dari apa yang kita mulai dari dalam”

    Maka masih bisakah kita berkata “wah matahari indah hari ini, ini hari yang baik…” walau kita tak punya sepeser uang pun didompet saat kita berkata demikian, tanpa sadar hati kita yang bahagia mengerakan kehidupan kita…tanpa sadar mendatangkan hal-hal yang tidak kita duga.

    “BAHAGIALAH dari hati, hanya itu yang tersisa walau kita tak memiliki apapun”

    DITENTUKAN SEBAGAI PEMENANG
    Lalu semua orang bertanya pasti kepada saya, bagaimana mencapai kebahagiaan dalam hati.
    Setiap manusia diberikan hati untuk merasakan, diberikan pikiran untuk memikirkan, kita menjadi manusia tidak serta merta datang kedunia tanpa kedua hal ini, hati yang ada sering menuntun kita kepada jalan yang benar, pikiran juga membantu kita menemukan jalan-jalan yang harus kita pilih.
    Renungkan dalam hidup, berapa sering kita sepanjang hidup ini membuat keputusan penting, dan apakah hasilnya baik atau buruk, jika buruk sudah kah kita merefleksi kembali, apa kesalahaanya agar kemudian kita menjadi lebih baik?
    Nah inilah letaknya…manusia tak pernah lepas dari kesalahan dan kegagalan, saya juga sering mengalami kesalahan dan kegagalan, diwaktu lalu, dan selalu pasti membawa saya merefleksi, dan memperbaiki setiap kegagalan…menjadikan saya manusia diwaktu sekarang.
    Dua hal yang dimiliki seorang pemenang adalah proses hati dan pikiran, dan dua perbedaan pula yang membuat kita memiliki jiwa pemenang atau pecundang, seorang yang memiliki jiwa pemenang, ia akan terus berdiri walau ia terjatuh, ia akan terus berjuang walau ia gagal, ia akan selalu berdiri setelah kegagalanya, dan kemudian ia berjalan lagi mencapai garis akhir.
    Seorang pecundang tidak demikian, ia akan terus-terusan menyesali keadaanya, takut untuk memulai kembali, takut untuk belajar, bahkan ia urung untuk berjalan maju.
    Saya berkata proses hati dan pikiran tadi penting, seorang yang benar-benar pemenang ia mempertimbangkan jalan dan MELAKUKANNYA, sekali lagi saya berkata MEMPERTIMBANGKAN DAN MELAKUKAN, ia memilih jalan-jalan yang membuat hidupnya menjadi BAHAGIA. Jadi kebahagiaan berasal dari hati, dan juga keputusan yang kita ambil, yang berakhir juga bahagia.

    “Lalu Seperti apakah kita?”
    “Pemenang selalu berdiri dari kegagalannya dan terus berusaha untuk maju…seorang pecundang sibuk dengan kegagalannya tanpa berbuat apapun untuk maju dan menang”

    Tentu ada berkata bahwa “ini semua sudah takdir”. Yah, apakah demikian, saya tidak percaya takdir tidak dapat diubah, saya percaya tadir bisa dirubah…anda mungkin berfikir jika anda ditakdirkan untuk menjadi pecundang…jawabannya NO.
    Apa kata kehidupan tentang hal ini, maka kita renungkan saja hal ini…
    Saya sering mengunaan sebuah cerita…pernahkah anda terfikir bagaimana anda menjadi anda, proses anda menjadi manusia…? Tentu anda menjawab, Tuhan yang menentukan saja menjadi manusia, benar sekali jawaban hal ini.
    Seorang manusia, lahir dari benih, yang dibuahi disebuah ovum oleh sperma, saat terjadi pembuahaan, ribuan, ratusan ribu sperma, berlomba-lomba berenang untuk mencapai ovum, dan hanya 1 seperma yang dapat masuk dan terjadi pembuahaan tersebut, lalu bagaimana dengan ratusan ribu yang lain?, yang lain mati dan tak berhasil, hanya 1 yang berhasil.
    Inilah symbol dari sang maha pencipta tentang kemenangan, jadilah anda-anda yang hari ini membaca catatan ini. ANDA DARI AWAL DITENTUKAN MENJADI PEMENANG.
    JIKA KITA SADAR HAL INI, ubahlah mentalitas anda bahwa anda adalah pemenang bukan pecundang, anda adalah kepala bukan ekor.
    Bersyukurlah kepada sang pencipta jika anda menjadi pemenang…
    Anda ditakdirkan menjadi pemenang.

    “TIDAK BISA” MENJADI “BISA”
    Saya sering kali mendengar dari mulut sahabat, teman, rekan, atau siapa saja, yang menunjukan potensi pemenang dalam dirinya.
    Mudah saja…pernahkah anda berkata “tak bisa”, tentu semua orang mengatakan itu, saya pun pernah, tetapi seberapa sering kita berkata “tak bisa”, ingat kata saya…seberapa SERING anda berkata itu.
    Perhatikan kata-kata yang sering kita ungkapkan, dan hal ini membuat diri kita menjadi bukan pemenang.
    “SAYA TAK BISA”
    “SAYA TAK MAMPU”
    “INI SUDAH TAKDIR”
    “SAYA TAKUT”
    “TAK MUNGKIN”
    “SAYA MISKIN”
    “SAYA TAKUT SALAH”
    “SAYA TAK BERANI AMBIL RESIKO”

    Sebagian besar pemikirakan kita selalu dipengaruhi oleh oleh 80% ketakutan, secara psikologis hal itu bisa terjadi karena didikan kita dari kecil…seorang anak yang dididik dengan cara yang salah misalkan “jangan main ditempat gelap, disana ada hantu loh”, maka sisi Paranoid dalam dirinya berkembang lebih besar dibanding dengan anak yang diberikan pengertian dengan logis bahwa tempat gelap bisa membuat dirinya terluka karena tertabrak benda yang tidak kelihatan.
    Seorang anak yang disalahkan karena ia terjatuh dari sepeda, bukan dibesarkan untuk mampu menaiki sepeda lagi, maka ia akan sulit dan takut untuk menghadapi kehidupan.
    Maka 80% ketakutan kita sepenuhnya selalu tanpa dasar, tanpa bukti.

    “Kita lebih sering merasa “TIDAK BISA” karena lebih karena ketakutan kita yang lebih besar sebelum kita memulai dan melangkah.”

    “Seseorang yang mulai takut dan berkata tak bisa lebih sering berhenti pada kata “tak bisa” sebelum memulai. Tanpa sadar kita mengecilkan diri kita sebelum memulai.”

    Seseorang yang mengatakan “Tak bisa” atau mengatakan hal negative ia akan mendatangkan energi negative kedalam dirinya, ia mulai mengecilkan dirinya dan kemampuan dirinya, ia akan menyerap kekuatan negative lebih besar disekelilingnya daripada mendatangkan kekuatan positif. Sadari hal ini.
    Mulailah mendatangkan kekuatan positif dan membesarkan diri kita dengan mengubah kata “TAK BISA” menjadi “BISA”, mengubah kata negative menjadi positif.

    Lalu bagaimana kita menjadi “BISA”, lalu bagaimanakah kita mulai MELATIH DIRI kita untuk tidak mengecilkan diri kita tetapi malah membuat kita mampu dengan membesarkan diri kita.
    Mulailah memikirkan mengalahkan hambatan dalam diri kita, dan mulai mempertanyakan dan mengecilkan hambatan dalam diri kita dan mulai memikirkan kemungkinan yang lain yang lebih POSITIF.
    Mulailah memperkatakan hal-hal yang positif, mulailah mengatakan “SAYA BISA”
    Hal ini akan menyingkirkan ketakutan kita, ketidak bisaan kita.

    CONTOH :
    “Jangan main ditempat gelap, disana ada hantu”
    “Apakah benar ditempat gelap ada hantu?”
    “Seperti apakah hantu itu?”
    “Apakah hantu harus membuat saya menghentikan saya pergi ke tempat gelap?”
    “Bukankah agama mengajarkan saya bahwa manusia lebih mulia dari hantu?”
    “Kalau begitu saya bisa kan ke tempat gelap tanpa rasa takut”
    “Kalau begitu tak perlu saya takut dengan HANTU”
    “Tak ada alasan saya takut dengan HANTU”
    “Saya mampu ditempat manapun termasuk gelap”.

    Dengan cara berfikir demikian tentu tak ada yang tak mungkin untuk bisa anda kalahkan dari diri anda…perhatikan cara anda bicara saat anda berubah, anda akan lebih sering berkata “BISA” dibanding “TIDAK BISA”.

    “OH PROBLEM” OR “NO PROBLEM”
    Adakah hidup tanpa masalah? Tentu tidak ada, semua orang menghadapi masalah, semua orang punya masalah, semua orang tak lepas dari masalah, kadang kita berfikir masalah kita lebih besar dari orang lain, padahal bisa jadi kebalikannya, pertanyaanya, seperti apakah kita memandang masalah.
    Cara pandang kita dengan masalah kadang berbeda satu sama lain, kita menghadapinya pun berbeda, baik lah kita lihat dulu seperti apa kita melihat masalah? Terlepas dari cara kita menghadapi masalah yang berbeda caranya.

    Ada orang melihat masalah sebagai masalah yang besar dan menghambat, mematikan, menghentikan langkahnya.
    Tetapi ada pula yang menghadapi masalah sebagai tantangan untuknya berhasil dan mencapai keadaan yang lebih baik.

    Sebagian besar orang masuk kedalam golongan yang pertama…”MASALAH dihadapi dengan OH PROBLEM”, lalu hidupnya stagnan, tanpa perubahan, masalah benar-benar telah mematikan langkahnya untuk lebih baik.
    Tetapi ada pula yang malah melihat masalah sebagai bukan hambatan, tapi sebuah tantangan, membuat dirinya harus berhasil melewatinya maka ia akan selalu berkata “PROBLEM IS NO PROBLEM”, dengan cara pandang seperti ini orang tersebut selalu berusaha untuk keluar dari masalah, dan nyatanya tak ada masalah yang tidak bisa dilewati jika kita memandangnya dengan cara yang benar.
    Tanpa sadar, cara pandang kita inilah yang akan mengubah diri kita sendiri dalam menghadapi PROBLEM…tanpa sadar kita sudah melewatinya dengan mudah.

    “TIDAK ada masalah yang tidak dapat diselesaikan, tergantung bagaimana kita memandang masalah itu sebagai hambatan atau tantangan”.

    SIASATI KEGAGALAN
    Seorang bertanya kepada saya, “mas aku takut gagal, bagaimana aku bisa tidak gagal?”
    Saya menjawab, “tak seorang pun tidak pernah mengalami kegagalan, yang penting bukan gagalnya, tetapi bagaimana kita bangkit setelah kegagalan, bagaimana kegagalan dijadikan tolak ukur untuk kita berhasil, membuat kita lebih pandai dalam melangkah”.
    Tak seorang pun selalu berhasil, dan tak pernah merasakan kegagalan.
    Yang penting bukan gagalnya atau berapa besar rugi, luka dan penderitaan kita karena kegagalan, yang terpenting bagaimana kita mengsiasati kegagalan tadi dengan berdiri, dan maju.
    Melumrahkan sebuah kegagalan diawal-awal dengan berkata “ah saya kan masih hijau, next more better”.
    Asal saja kita tidak lagi jatuh ditempat yang sama, dan melumrahkannya lagi berulang-ulang, itu namanya kebodohan.
    Maka saat kita mulai untuk bangkit dan berjuang, adalah hal yang lebih baik dibanding kita mengasihani diri sendiri dengan keadaan gagal yang ada dan tetap berjalan ditempat.
    Setelah kita bangkit dan bergerak maju, kita akan tahu benar dimana lubang-lubang yang membuat kita jatuh, dan gagal, tanpa sadar karena sebuah kegagalan, kita dibangun jauh lebih baik, lebih smart melihat jalan-jalan yang menjatuhkan yang tak mungkin kita lalui lagi.
    Seorang bijak berkata “Kebaikan yang mendatangkan kebaikan memang itu kebaikan, sebuah kegagalan yang mendatangkan kebaikan, itu juga kebaikan”
    Lalu apa salahnya dengan sebuah kegagalan, jika kegagalan juga bisa mendatangkan kebaikan dan kemajuan bagi hidup kita.
    Bijaksanalah melihat kegagalan, dan mulai lah bangkit dari kegagalan.

    SECANGKIR KOPI
    Siapa saja pasti pernah mengalami kelelahan dalam hidup, stagnan, dan mengalami keadaan lemah dalam hidup, saya juga pernah, anda pernah, siapa saja pernah, apa lagi saat kelelahan karena permasalahan yang ada tak kunjung selesai, dan kita masih saja tak menemukan caranya menyelesaikan tantangan itu.
    Dalam sebuah pertandingan tinju, seorang petinju diberikan waktu tertentu untuk saling menyerang lawannya, tetapi ia pula diberikan waktu untuk istirahat sesaat, ia diberi waktu untuk berhenti, meregangkan otot, membalut luka, dan memikirkan strategi selanjutnya.
    Seorang pemenang pertandingan kehidupan juga sama dengan pemain tinju, ia juga diberikan kesempatan bahkan keharusan untuk sejenak istirahat menghadapi tantangan yang ada didepannya, tapi kita harus benar-benar sadar, perbedaan istirahat dan “LARI” dari tantangan, ia harus sadar memanfaatkan saat-saat itu untuk mengumpulkan tenaga dan memikirkan langkah selanjutnya..
    Ada kisah seorang pengangkut kayu yang harus mengangkut kayu sepanjang 5 kilo meter setiap hari, tentu kadang ia terhenti untuk istirahat, meletakkan pikulannya sejenak, sambil duduk-duduk, mungkin duduk minum kopi, tetapi ia tak lupa untuk mengehentikan istirahatnya, saat tenaga telah terkumpul kembali, karena dirumah kayunya dinanti untuk digunakan memasak nasi bagi keluarganya.
    Sekali lagi, kehidupan juga mirip dengan itu, tak ada salahnya sejenak meletakkan beban berat yang kita pikul, mengumpulkan tenaga untuk melanjutkan perjalanan, merapikan kerah kita agar berjalan lebih tegap, membusungkan dada agar nampak lebih kokoh, tentu yang terpenting memikirkan trobosan-trobosan yang kadang bisa muncul saat kita benar-benar sejenak mengistirahatkan diri.
    Yah tak ada salahnya sejenak secangkir kopi, untuk istirahat tetapi bukan lari dari tantangan, bisa jadi saat-saat ini kita malah memikirkan sesuatu yang kita tidak pikirkan, dan walhasil kita malah tahu apa yang akan kita lakukan selanjutnya.

    MELAWAN KEADAAN
    Sering kali kita ini mudah menyerah dengan keadaan yang ada, tentu keadaan yang negative yang merusak hidup kita, jiwa kita tak mencoba mengubah keadaan, otot-otot kita tidak terlatih untuk mengubah keadaan, kita sering tidak mampu bergerak untuk keluar dari keadaan yang paling tidak enak.
    Malah sering kali kita menyerah, lelah, lemah, dan berkata “ah ini sudah takdir…”
    Ada beberapa hal yang membuat kita tidak mampu melakukan perubahan.
    Melihat keadaan yang serba tidak mungkin, takut menghadapi keadaan, takut menghadapi perubahan, tak berani menghadapi kenyataan baru yang ada didepan.
    Beberapa tahun lalu saya mengenal seorang yang terpuruk dengan masa lalunya, lingkungan sekitarnya tidak berhasil dan tidak ada yang mampu untuk membangkitkan dia dari keterpurukan masa lalu.
    Ia pun menganggap dan menerima keadaan itu sebagai sebuah takdir Tuhan.
    Ia pun tak dapat melawan keadaan, karena cara berfikir yang salah, bahwa takdir telah membawanya kepada jalan itu.
    Bahayanya, sering kali kita terlena dengan keadaan, membuat kita nyaman dengan keadaan kita yang “BURUK”.

    Hingga akhirnya ia bertemu dengan saya…
    Dan saya berkata…”Tak ada yang dapat mengubah kehidupan kita tanpa kita sendiri mengubah, Tuhan tak akan mengirimkan pertolongan, jika kita tidak siap ditolong, tetapi jika kita mampu melawan keadaan, membiarkan otot kita terlatih untuk mengubah keadaan…maka kita akan keluar menjadi manusia yang berubah, manusia yang benar-benar keluar dari keadaan yang terpuruk”
    Yang terjadi, ia mampu keluar dari keadaanya dan berhasil setelah dua tahun berjuang.

    Seorang yang tengelam kedalam sebuah sungai, secara otomatis otot-ototnya, akan bergerak berusaha berenang, entah ia bisa berenang atau tidak, tangan kaki semuanya akan berusaha untuk keluar dari keadaanya yang tengelam didalam air.
    Jangan pernah berfikir hasil akhir nya apa, tetapi setidaknya kita berusaha dan berusaha, bergerak dan bergerak, berusaha untuk mampu daripada diam.
    Pernahkah anda mendengar ungkapan “Struggle for the life”.
    Pertanyaanya apa yang kita struggle kan dalam hidup kita selama ini?

    Mulailah melatih otot kehidupan kita bergerak itulah hal yang selalu harus kita usahakan, tidak pernah puas dan nyaman pada keadaan kita yang buruk, itulah hal yang dilakukan kita sebagai manusia….sering kali kita tidak sadar diri “apa saya ada dalam keadaan yang buruk”.
    Kalau hal ini yang terjadi sering kali kita akan sangat buta dengan keadaan diri sendiri terlebih orang lain.

    Greatness is not in where we stand, but in what direction we are moving. We must sail sometimes with the wind and sometimes against it — but sail we must and not drift, nor lie at anchor. (Oliver Wendell Holmes)

    FIGHTING SPIRIT
    Do all the good you can, by all the means you can, in all the ways you can, in all the places you can, at all the times you can, to all the people you can, as long as ever you can. (John Wesley)

    Saya senang sekali membaca ungkapan yang diungkapan John Wesley, nampaknya senada dengan jiwa saya dan cerminan hidup saya, satu tahun lalu saat saya bekerja disebuah perusahaan, saya melihat sebuah keadaan di Divisi yang saya pegang sekarang, nampak tanpa nyawa, tanpa trobosan, apa lagi begitu banyak tantangan yang saya hadapi, lalu timbul keinginan saya untuk menjadikan divisi saya sebuah divisi yang diperhitungkan, dengan ide, semangat dan upaya, saya mengupayakan tanpa henti divisi tersebut. Alhasil satu tahun kemudian banyak perombakan yang terjadi didivis saya dan banyak trobosan yang terjadi diperusahaan.
    Tentu saya sekarang bertanya apa yang membuat hal itu terjadi…
    Jawabannya adalah “Fighting Spirit”, sama dengan semangat melawan keadaan, fighting spirit adalah semangat untuk berjuang dan berusaha mengubah hidup kita juga keadaan disekeliling kita.
    Berpuluh tahun lalu, India dijajah oleh penjajahan Inggris, orang india sendiri menjadi bangsa nomor dua, seorang bernama Mahadma Gandi, dengan semangatnya berjuang, ia memperjuangkan kedudukan dan kemerdekaan bagi bangsanya…
    Apa yang terjadi?
    Semua orang mengenal semangatnya yang luar biasa, dan yang terjadi perubahan benar-benar terjadi.
    Akankah kita hanya duduk manis melihat keadaan kita yang tanpa perubahan? Atau kita bergerak maju menghadapi perubahan?
    Ini pilihan, kita diberikan semangat yang disebut fighting spirit, kenapa tidak kita gunakan?

    HATI DAN IMAN YANG KOKOH
    Sebuah kitab suci berkata, iman dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan, dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat, dari iman atau percaya, manusia memiliki keyakinan kuat, manusia memiliki hati yang kokoh, percaya pada apa yang dipercaya.
    “Seorang yang percaya hidupnya akan gagal, maka ia akan gagal. Seorang yang percaya hidupnya akan berhasil maka ia akan berhasil”
    Apa yang kita percaya itulah yang akan terjadi dalam kehidupan kita.
    Tetapi jika kita tidak memiliki kepercayaan, maka hati tak akan pernah kokoh memegang sesuatu, hidup akan kekanan ke kiri, layar akan terkena angin tanpa arah, kemudi tak kita gerakkan, tujuan tak ada, langkah kaki tak pasti, kita menjadi sangat tidak stabil karena kita tak memiliki sesuatu yang kita percaya.
    Dari hati yang percaya, maka orang akan dibenarkan melakukan sesuatu buat hidupnya, dari hati yang kokoh, jika hidupnya akan maju, maka ia akan maju memperoleh apa yang ada didalam hatinya yang ia percayai.
    Mulailah memiliki iman percaya tadi.

    DOING SOMETHING
    Kita sering kali hanya terlalu banyak pertimbangan, perhitungan, analisa, dan kata-kata, tanpa melakukan apa-apa, kehidupan lebih kepada apa yang kita lakukan dengan segala pertimbangan yang telah kita pikirkan, apa yang kita mimpikan, apa yang kita pikirkan tak akan pernah terjadi jika kita tidak melakukan.
    Seorang Nabi seperti Abraham (Ibrahim) pun tak akan pernah melihat janji Allah dan rencanaNya, tanpa ia bergerak mengikuti kehendakNya.
    Kita hidup mirip dengan itu, kita harus melakukan sesuatu, DOING SOMETHING, atas apa yang sudah kita rencanakan.
    Sebuah perusahaan tak akan maju tanpa melakukan sesuatu, perusahaan yang hanya merencanakan tanpa implementasi, perusahaan itu tak akan bergerak ke mana-mana, kehidupan juga demikian, ia tak akan maju kemana-mana tanpa usaha dan melakukan sesuatu.

    PENUTUP
    Saya tak dapat mengubah seseorang, jika seseorang itu tidak mau berubah, seorang supermen, jesus, buddha pun tak akan bisa menolong jika ia yang ditolong tak ingin menolong dirinya sendiri, terlebih jika orang itu tidak sadar keadaanya, yang dapat mengubah diri seseorang adalah orang itu sendiri, Tuhan saja tak akan sanggup mengubah diri seseorang, tanpa orang itu berusaha untuk mengubah dirinya dan keadaanya.
    Kita bisa berhasil dalam kehidupan, bahkan kita bisa menjadi pemenang, dan memenangkan pertempuran kehidupan…kita bisa saja kalah untuk sementara, tetapi akan berhasil jika kita belajar dari kekalahan dan kesalahaan.
    Kita bisa saja mengubah kehidupan kita dan orang lain, jika kita sudah benar-benar tau bagaimana bertempur dan mengalahkan kehidupan, tentu kita butuh kesadaraan menyadari keadaan, bergerak maju, bertempur dengan semangat fighter.
    Kita tidak lagi mengenal kata “tidak bisa” kita akan lebih sering berkata “AKU BISA”, “AKU BUKAN LOOSERS”,”AKU WINNER”, “AKU MAMPU”.
    Kemudian hari kehidupan kita akan benar-benar terlihat cemerlang karena kita benar-benar menjadi pemenang kehidupan, kita akan berjalan dengan bangga, karena kebahagiaan yang kita capai penuh arti, tak ada beban atas kesalahan dalam hidup kita yang harus kita tanggung sepanjang usia kita.
    Yah karena kita memilih untuk menjadi pemenang dengan mengalahkan kehidupan.
    “Takdir tak akan berubah, saat kita tidak berusaha mengubah takdir”
    “Kehidupan tidak akan bisa ditundukan saat kita tidak berusaha menundukan kehidupan”.
    Kita akan bersyukur atas semua hal dalam kehidupan kita, karena baik kegagalan dan ketidak mampuan kita, itu mendesak kita menjadi orang yang berhasil, membawa kita berusaha untuk keluar dari kegagalan.
    Inilah intisari menjadi seorang PEMENANG.

    I love my past. I love my present. I’m not ashamed of what I’ve had, and I’m not sad because I have it no longer. (Colette)

    Failure is instructive. The person who really thinks learns quite as much from his failures as from his successes. (John Dewey)

    Markus AP
    25/4/2008 1:42 PM

  • Share/Bookmark

10 Responses to “Memenangkan Kehidupan”

annz - April 30th, 2009 - 8:59 am
 

pagi ommm koq pagi2 dah online?
dah sampe kantor ya?
Oh god, this inspiring thx ya cus for the advice
and this is really good article

marcus - April 30th, 2009 - 9:19 am
 

iye neh pagi2 udah online, udah posting blog, aku datang ke kantor jam 7:30 pagi, dan ada kebiasaan aneh yang gw jalani hari ini, yaitu pergi ke pasar dan cari makanan, tapi malah beli MILO coklat, dan saat itu ada hal yang gw lihat berbeda hari ini, nafas pagi, langkah kaki, orang-orang yang sibuk membuka kios, nenek-nenek yang menyapu didepan kiosnya, kakek yang sudah menjahit pesanan, ibu-ibu yang belanja, kehidupan pagi ini nampak lain.
Contoh nenek-nenek yang menyapu didepan kios atau bapak-bapak yang sudah angkat-angkat barang, mereka menjalani hidup dengan rutinitas mereka, terlepas beban apa yang ada didalam hidup mereka, tetapi yang aku bisa lihat mereka memiliki perannya masing-masing, entah apa mereka punya tujuan, bisa jadi tujuan hidup mereka yang sederhana, “hanya bisa makan hari ini”.
Kita diberi anugrah lebih dari itu, kadang kita tidak melihat anugrah itu sebagai sebuah pemberian yang maha dasyat dari sang MAHA.
Kita sering melewatkan detik-detik saat Tuhan memberikan anugrahnya, menolong kita, dengan segala macam caraNya
Kita lebih sering tidak melihat itu, dan akhirnya menyia-nyiakannya…
Dalam tulisan ini aku mau kita bisa melihat begitu luasnya sudut pandang kita, jika kita mau terbuka, intinya “TUHAN tidak mau kita sengsara”
Tetapi tuhan tidak mau juga kita manja…tetapi harus jadi manusia yang kuat untuk FIGHT…lihat nenek-nenek itu, lihat kakek-kakek itu, mereka berjuang untuk hidup mereka terlepas “tujuan hidup” mereka tinggi atau sederhana….

Enjoy the reading….please give me comment, gw tidak sempurna, gw bisa saja salah…tetapi sejauh guru kehidupan membawa gw, disana gw ada…entah sang guru membawa gw kemana lagi…perjalanan apa lagi, naik atau turun, gw harus ikuti sang guru mengajar buat hidup gw….

annz - May 1st, 2009 - 9:31 am
 

Ommm you are smart

Emang si kadang manusia kurang menyadari anugrah Ilahi, kurang berterima kasih, akhirnya ya begitu deh, sesukanya sendiri, lupa kalau kehidupan merupakan pemberian

irh - May 2nd, 2009 - 10:14 am
 

cus hidup harus galak,
klw ga mau digalakin orang laen
tapi yang lo bilang emang bener sih

marcus - May 5th, 2009 - 8:05 am

hahaha, pada sibuk gitu mau dikumpulin gimana caranya?
pada sibuk masing2, terus pada mau kemana? jgn gw dong yang menentukannnn

annz - May 5th, 2009 - 7:26 am
 

ren ren u ma emang galak hihihi
omm kapan omm mau dikumpulin anak2?

Donnie Beat - May 13th, 2010 - 8:36 pm
 

HIdup harus di menangkan..tapi pasti tidak semua Menang..contoh 1 sperma pemenang yg mengalahkan jutaan pesaingnya..Hidup pun Sekolah seperti lomba, gk semua Juara kan?yg mau belajar yg pintar Juara..yg rajin berhasil..tp Hidup lebih dr sekedar sekolah..PINTAR itu tidak menyelamatkan..keluarga kaya lebih MUDAH menjamin masa depan turunannya..sekolah MAHAL lebih mnjamin fasilitas kualitas serta kelulusannya..HIDUP ada harganya walo katanya : Best thing in life are FREE ..kepintaran AKAL adlh anugrah utk memenangkan HIDUP..tp tidak semua Pintar..maka sedikit pula yg BERHASIL BELAJAR dan bahagia dlm hidup..mari berlomba..Struggle 4 LIFE..or life is just Nuthin..happy

marcus - May 13th, 2010 - 11:28 pm

@Donnie Beat : kalau kita liat dari seperma yang menang lalu jadi kita…bukankah tiap kita yang berasal dari seperma tadi adalah pememenang…dan setiap seperma yang jadi manusia adalah pemenang? itulah sudut pandang yg harus dilihat…bukankah kita bukan seperma yang mati, tetapi seperma yg menang dan jadi manusia? am i rite!!!

Donnie Beat - May 14th, 2010 - 6:12 pm
 

u re absolutely right…but were just winner of the 1st etape..uts such long long Rally..it aint over til u get finished ..Face all the obstacle out there..we haven’t know yet whos the REAL winner..do the best we can..never ever quit..Life is HARD but make it simple to win right..?happy

marcus - May 14th, 2010 - 7:51 pm

@Donnie Beat : big grin good u got it

Leave a Comment

Top Commentators
Twitter Updates
    News
    • 8:48 am, March 21, 2010
      22 Maret 2010, Realase eBook "What's In My Mind" yang dapat diakses bebas dan didownload bebas
      From: Marcus

    • 8:46 am, March 21, 2010
      23 Maret 2010, Markus Manifesto memperingati 6 tahun perjalanan, “6th Anniversary, 6 year journey telling you the truth”, kami mengucapkan terima kasih kepada pembaca setia kami, yang selama ini telah menyertai perjalanan kami.
      From: Marcus

    Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.