Don Corleone said I m gonna make him an offer he cant refuse


12:07 am, June 24, 2010
Pages
Recent Posts
Most Popular Posts
Last Blackberry Note
Categories
Recent Comments
Login




Register | Lost your password?
New eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

eBook : Kayurie

Kayurie : kumpulan cerpen & puisi, free reading online

Kayurie - view online


Paradox Thinkers, Don’t Be inside The Box
By. marcus . March 5th, 2008 at 12:45 pm
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Paradox Thinkers, Don’t Be inside The Box

    “Dibaca hanya buat yang bisa berfikir dan mau berfikir lebih, dan keluar dari kotak kebiasaan”

    Jauh hari sebelum saya menulis ini, saya pernah kedatangan seorang teman ke tempat saya tinggal, ia datang dengan membawa masalah dan meminta saya untuk memberikan solusinya, sebenarnya masalahnya bukan masalah yang terlalu rumit, tetapi sesungguhnya kadang masalah yang tidak rumit, tetapi kita malah tak dapat menyelesaikannya, karena kita berfikir bahwa masalah, pasti memerlukan tenaga dan menguras pemikiran, kita berfikir masalah itu besar jadi akan memerlukan resource pemikiran yang besar pula….
    Kata kuncinya “berfikir”.
    Catatan ..sebelum memulai jika saya mengunakan tanda “” atau mengunakan huruf besar artinya  hal ini benar-benar harus di perhatikan, dan di garis bawahi sebagai “Inti” dari pemahaman tentang artikel berfikir paradox ini.
    Sebelum mulai…bukalah pikiran anda, fokuskan diri pada setiap kalimat dan kata yang saya ungkapkan…
    Ok…Mari kembali ke masalah teman saya tadi..
    Ia datang dengan membawa masalah, bahwa ia mendapat kan dua sms romantis dari pacarnya, ia bingung apa arti sms romantis tadi, dalam pemikirannya apakah sang pacar tulus mengirimkan hal itu, dan kenapa ia menjadi aneh begitu.
    Di hari sebelumnya ia pernah bercerita kalau ia pernah mengharapkan pacarnya untuk berubah jadi lebih romantis, dari cerita nya itu lalu saya memberikan sebuah kesimpulan.
    “Kamu tuh aneh ya…kenapa ia mengirimkan sms romantis kamu malah bingung dan malah berfikir tulus apa tidak, kamu berfikir ia aneh…jangan-jangan suatu hari kamu jadi suami, yang biasa melihat istri dirumah selalu ngomel-ngomel dan kamu protest ‘kenapa selalu ngomel sih, mbok yang manis’, dan tiba-tiba saat kamu pulang dari kantor si istri berubah manis-manis dan berubah sikap, kamu jadi bingung dan ketakutan…’loh istri gue kenapa’ ‘apa ada maunya’ , kenapa gak menghargai perubahan itu, artinya ia berusaha dan berubah, artinya ia mau berubah untuk orang yang disayangi…kenapa sekarang jadi bingung dengan perubahan…artinya ia belajar untuk berubah dan mau untuk berubah, jadi bukan karena ada maunya atau tidak…lebih baik kan jika ia berubah…banyak pasangan mengharapkan sesuatu pada pasangannya tetapi nyatanya sulit sekali terpenuhi…seorang pasangan terus saja menyakiti hati pasangannya dengan sikapnya yang masih suka bergaul dengan pria-pria yang ada diseklilingnya, atau seorang pasangan terus saja kecewa karena     pasangannya karena pasangannya tetap saja melakukan kesalahaan yang sama berulang-ulang“
    Sebagian pribadi yang kenal saya, atau mungkin pacar saya sendiri akan berkata “tuh mas bisa ngomong gitu…kenapa gak melihat perubahan ku”…
    Saya akan berkata…apa yang saya bahas bukan inti dari solusi yang saya sampaikan kepada teman saya…tetapi bisakah kita berfikir paradox.
    Kuncinya berfikir….BERFIKIR, BERFIKIR berarti membuat otak kita berjalan tidak berhenti.
    Berfikir artinya membuat diri kita terpenuhi dengan pemahaman-pemahaman, solusi-solusi, caranya dengan membuat kita berfikir mengunakan otak kita untuk menemukan pemahamn dan solusi tadi.

    Lalu apakah yang dimaksud paradox….saya akan sangat sulit menjelaskan kepada anda apa definisinya…tetapi saya akan menjelaskan dengan sebuah contoh.
    Setujukah anda dengan kalimat ini….
    “Orang miskin adalah orang yang paling membutuhkan uang”
    “Sedangkan orang kaya adalah orang yang telah terpenuhi secara keuangannya”
    Pasti anda setuju…
    Bagaimana jika saya menambahi…
    “Orang miskin adalah orang yang paling mengejar uang dan terikat dengan uang…”
    Jika anda setuju maka
    “Orang kaya berarti orang tidak mengejar uang dan terikat dengan uang…”
    “Jadi jika ada orang kaya yang masih mengejar uang dan masih terikat uang artinya ia masih miskin….”
    “Pernah kah anda berfikir bahwa kekayaan itu tidak hanya dinilai dari berapa banyak uang atau harta yang anda miliki, tetapi kekayaan hati, spiritual?”
    “Sering kali kita hanya berfikir bahwa kekayaan hanya ada pada materi, apa yang terjadi dengan orang kaya yang tak pernah tenang karena ia memiliki hutang, dan kekayaannya karena hutang atau korupsi, atau ketakutan akan hartanya habis, atau mungkin kemiskinannya membuat ia makin miskin dengan menjadi kaya lewat korupsi. Tetapi orang miskin yang tau bagaimana menjadi kaya dengan tidak menjadi lebih miskin dengan korupsi, atau menjadi tenang hidupnya dengan berusaha dan berusaha, dan mengsyukuri kehidupan dengan tidak mengejar uang uang uang maka sesunguhnya ia adalah lebih kaya dari orang kaya yang hidupnya tidak tenang”
    Kalimat diatas adalah kalimat pemikiran yang jarang pernah terpikirkan oleh kita.

    “Paradox adalah berfikir terbalik atau berfikir diluar pemikiran umum, diluar pemikiran biasa., berusaha berfikir diluar pemikiran yang biasa kita pikirkan, tetapi berfikir lebih lagi, satu dua step lebih dari berfikir biasa”.

    Maka, jika saya di protest “kenapa mas bisa kasi solusi begitu…mas tak melihat perubahanku…”, saya akan jawab…
    Saya akan berkata “Sayang….mas sedang tidak membahas tentang ‘melihat perubahan mu’ mas sedang membahas kenapa kita tak bisa berfikir paradox, berfikir satu level dari pemikiran biasa…, buktinya dari case itu mas berusaha membuka pikiran lebih jauh lagi, dan bukan mas tidak melihat…tetapi belum melihat, atau aku belum melihat”.
    Catatan, perhatikan kata “tidak” berbeda dengan kata “belum”….belum menunjukan waktu yang akan tiba, atau usaha yang akan selesai nanti, atau sedang terjadi atau dalam proses, sedangkan “tidak bisa”…artinya menujukan bahwa seseorang tidak bisa melakukan sesuatu dalam kalimat diatas “melihat perubahan”.

    Dalam artikel ini saya akan menuliskan beberapa point, yang membuat kita dapat berfikir paradox dan hambatan kita berfikir paradox.

    HIDUP DENGAN TANTANGAN
    Siapa bilang hidup tanpa masalah?
    Semua orang menghadapi masalah.
    Si JOKO bermasalah dengan hubungannya, SI Rini memiliki masalah pernikahan, SI Rahman bermasalah dengan keuangan, si susi bermasalah dengan pekerjaan.
    Sebagian menghadapi masalah dengan cara dan konsep yang berbeda-beda, dan konsep dan cara tadi itulah yang akan memedakan mereka bagaimana menghadapi hidup.
    Tetapi sebagian besar tak pernah berfikir, kadang konsep kita terhadap “MASALAH” sendiri sudah sebagian besar menyita waktu kita dan membuat kita tidak benar-benar efektif menghadapi masalah.
    Seberapa seringkah kita menganggap masalah adalah masalah, masalah adalah kesukaran, kesulitan yang tak pernah disukai, TIDAK PERNAH SAYA SUKA MASALAH, bukankah itu yang sering anda katakan, tetapi siapa yang tak memiliki masalah?, tentu hanya hidup disurga saja yang tak ada masalah, setiap orang mendambakan hidup didunia ini tanpa masalah seperti hidup disurga.
    Tapi hanya sedikit yang menganggap masalah adalah sahabat, masalah adalah sesuatu yang membuat ia berkata “wah ini waktunya aku untuk lebih berubah…wah ini saatnya aku harus sukses”.
    Siapa yang mencintai masalah? Sama dengan mencintai tantangannya…dan hidup penuh dengan tantangan…menarikkah hidup itu? Atau hidup itu kejenuhan sama dengan anda tidak menyukai masalah…semua tergantung MIND SET anda..

    MIND SET
    Di awal catatan ini saya mengatakan orang yang menghadapi masalah, selalu akan berfikir “SAYA TAK SUKA MASALAH” atau sama artinya “masalah itu perlu tenaga untuk dikuras” padahal masalahnya kecil, tetapi menjadi sangat rumit….kenapa..?
    Karena kita sudah punya Mind Set “masalah itu perlu tenaga untuk dikuras” akhirnya kita memilih berhenti tidak berfikir, atau berfikir tetapi mind set tadi menutup kesederhanaan dari penyelesaiaan masalah…Mind Set tadi sudah menghalangi anda benar-benar untuk menjadikan masalah sebagai stepping stone.
    Kendala yang membuat kita tidak bisa berfikir paradox adalah “MIND SET”. Cara kita memandang sesuatu, cara kita berfikir, cara kita melihat sesuatu…lalu mematok pada hanya pemikiran itu saja atau pandangan itu saja, atau pengelihatan itu saja, membuat kita tak bisa berfikir paradox.
    Tentu anda bertanya bagaimana melihat bahwa mind set kita telah salah?
    Renungkan, bagaimana cara kita berfikir sesuatu hal…contohnya konsep kita dengan sebuah masalah….
    Cara selanjutnya perhatikan kata dan kalimat yang sering kita ungkapkan…

    YOUR WORD IS WHAT YOU ARE
    “KATA ATAU KALIMAT YANG KELUAR DARI MULUT KITA ADALAH JENDELA PIKIRAN ATAU HATI”.
    Contoh…sering kali kita mengunakan kata “sulit”, “sudah”…
    “Ah sulit deh….”…kita telah membuat diri kita menyulitkan sesuatu, sebelum melihat kenyataanya..
    “Gak bisa…”…kita sudah menyatakan ketidak sanggupan sebelum menyelesaikan sesuatu tersebut.
    “Males mikirrr…”….kita sudah memberikan kesan tak sanggup atau berhenti berfikir sebelum berfikir…
    “Sudah bener koq gue”…kita sudah mengatakan bahwa kita sudah tidak perlu koreksi dan sudah benar dalam diri, padahal kita terus memerlukan proses belajar, pembelajaran dan perubahan  yang tak akan pernah mengenal kata sudah…sebab tak ada orang sempurna, yang ada orang yang berusaha untuk menjadi lebih baik.
    Kalimat-dan kata tadi telah membuat kita berada disatu titik mind set tertentu.

    DILUAR BOX (MIND SET)
    Apa yang terjadi jika kita hanya hidup disebuah kotak? Dan hanya melihat didalam kotak itu saja…
    Anggap saja anda punya rumah, anda mengisi semua hal yang anda perlukan untuk menghibur diri anda didalam rumah…anda memandang lukisan yang terpajang di dinding rumah anda, mungkin itu sebuah lukisan Monalisa, dan tiap pagi anda menikmati lukisan itu, mungkin pada akhirnya anda memahami tiap detail dari lukisan itu, bahakan anda paham bahwa lukisan itu benar-benar asli.
    Mungkin anda cukup dan sangat ahli dengan lukisan monalisa…
    Apa yang terjadi jika anda pergi ke sebuah gallery dan disana ada 1000 lukisan bukankah anda akan menghabiskan waktu memandangi tiap lukisan dan memahami benar-benar tiap lukisan…
    “Sering kita hanya paham satu solusi, paham satu jalan, paham satu pengertian, pandangan, prinsip, teori, pemikiran, pandangan…tetapi tidak berusaha melihat diluar dari hal-hal yang biasa kita pahami…so think out of the box, keluar dari hanya itu-itu saja…”

    Saya tak suka pada durian…bertahun tahun saya tak suka dan tak mau menyentuh durian, tapi suatu hari saya merasakan rasanya durian…walau saya tak suka saya tahu rasanya durian…

    JANGAN MAU MENJADI MEDIOKRATIS
    Sering kita mendengar dalam pemberitaan, sebuah perkawinan selebritis berakhir pada perceraiaan, nampaknya sebuah hal biasa terjadi dalam perkawinan selebritis atau perkawinan bukan selebrits…”tak cocok cerai saja”.
    Kita lebih suka dan tertarik menjadi mediokratis, menjadi rata-rata orang umumnya, cara kita bergaul dalam sebuah sosio tanpa sengaja membuat kita juga berfikir seperti rata-rata lingkungan kita dan pada umumnya, kita lebih menyukai menjadi pada umumnya, menjadi mediokratis pada umumnya, dan tanpa sengaja pemikiran kita pun menjadi umum.
    Menjadi rata-rata umumnya…
    Hal ini sering kali mendesak potensi kita sesungguhnya untuk tidak muncul dan menjadi berbeda dari pada umumnya.
    Pemikiran kita pun menjadi rata-rata pada umumnya…
    KACA MATA KUDA ATAU KACAMATA ORANG LAIN?
    Pernahkah anda melihat kaca mata kuda…kaca mata kuda dirancang agar kuda hanya melihat kedepan
    Sering kali kita berfikir dan berpandangan seperti kuda melihat jalan, hanya tertuju pada depan atau satu arah saja…
    Berfikir paradox tidak menganjurkan anda berfikir hanya pada satu arah.
    Tetapi mencoba mengexporasi pada pemikiran yang lain.
    Mencoba melihat dari sisi-sisi yang kita tak pernah temukan.
    Mencoba melihat dari kaca mata orang lain.
    Suatu hari saya mencoba sebuah kacamata miliki orang lain padahal saya tak memiliki kelainan mata, yang kebetulan kacamatanya silinder, pada saat saya kenakan, saya benar-benar tak dapat melihat dengan jelas, tetapi saya paham betapa sulitnya orang tersebut membaca tanpa kacamatanya tadi.
    Berfikir paradox adalah mencoba melihat dan berfikir dari sisi yang lain, tidak hanya melihat dan berfikir pada kacamata kuda…(diri kita sendiri).
    Kita akan menemukan sesuatu yang berbeda jika kita melihat dari sisi yang berbeda, kadang kala kita menemukan sesuatu pemikiran yang tak pernah terfikirkan oleh kita pada umumnya…

    BERFIKIR ADALAH HOBBY
    Banyak orang bangga disebut orang santai, enjoy, dan banyak orang tak bangga jika ia punya masalah yang memaksa ia terus berfikir…kenapa?
    Sebagian orang berkata yah sebab…kita harus membuat hidup enjoy…
    Saya tak salahkan dengan membuat hidup lebih enjoy…tetapi pernah kah kita berfikir bisa jadi ke enjoyaan kita sesungguhnya adalah lari atau mencoba membiarkan masalah itu tak terfikirkan…sedangkan kita selalu berdalil…”buat aja enjoy”…bisa jadi kalimat tadi sebenarnya mau mengatakan “gue gak mau mikir sekarang…” “gue males mikir”. Jujur pada diri anda…!!!!
    Pernah kah kita berfikir bahwa berfikir adalah hobby, berfikir its fun, berfikir membuat hidup kita bergerak, bernafas, otak kita gunakan dengan maximal sebagaimana fungsinya diberikan Tuhan yaitu untuk berfikir….dan pernah kah kita berfikir bahwa dengan berfikir dan hal-hal yang kita temukan dari kita berfikir membuat kita makin kaya dengan kebijaksanaan, pemikiran, prinsip dan solusi-solusi.
    Saya Tiga kali mengajak anda berfikir diluar pemikiran biasa, lihat kata “pernah kah”.

    “HOBBY berfikir adalah hobby yang membuat kita kaya dengan pemikiran, karena dengan berfikir kita menmanen pemikiran-pemikiran, yang mungkin berguna untuk hidup”.

    MERUBAH MIND SET
    Contoh…Dalam hidup manusia memiliki masalah seperti yang saya katakan diawal…siapa yang tak memiliki masalah.
    Masalah jika kita anggap menguras tenaga, maka kita akan memperlakukan setiap masalah dengan anggapan itu akan menguras tenanga.
    Maka bisa kah kita bisa menyelelesaikan masalah dengan cepat dan tepat?
    Maka kita tak akan bisa melewati masalah dengan cepat dan tepat karena kita tak segera mengubah mind set kita, bukan hanya karena kita tak mau berfikir, halangan utamanya adalah mind set kita yang menganggap masalah adalah berat dan menguras tenaga.
    Kenapa kita tak berfikir masalah adalah bagian yang baik untuk kita berfikir agar kita makin kaya dengan pemikiran dan membuat kita makin memahami hal-hal dalam kehidupan…maka kemudian hari tiap masalah bisa kita menghadapinya dan menjadi bijak karenannya…bahkan menjadi dewasa.

    “Tak ada orang yang bisa menjadi bijak tanpa berfikir. Tetapi jika kita tak berfikir kita tak akan mengubah apapun dengan menemukan jawabannya pada kekuatan pikiran kita. Ubah dulu mind set kita bahwa masalah adalah kawan…masalah adalah rejeki yang membuat kita kaya dengan pemikiran dan kebijaksanaan”
    Dapatkah kita berfikir dengan mind set yang berubah…tidak lagi berkata ”ah sulit”, “ah gak mudah…”, “ah aku sudah benar”.
    Karena kekuatan pikiran kita yang memiliki mind set yang salah maka akan membuat hidup anda lebih tidak tepat, dibanding mind set yang benar.
    “Ah saya sanggup…”
    “Saya bisa…”
    Hal ini akan membawa energi positif dan kekuatan pada kehidupan anda…

    POWER OF THINKING
    Manusia diberikan Tuhan kedudukan lebih dari mahluk lain. Hewan diberikan naluri, dan fisik untuk hidup, sedangkan manusia diberikan, naluri, fisik, pikiran, kebijaksanaan dan perasaan untuk hidupnya.
    Sedangkan melalui pemikiran kemanusiaan ini berkembang, dahulu manusia hidup dalam masa kegelapan berubah menjadi manusia dalam era moderitas karena manusia mengunakan kekuatan pikirannya untuk memajukan dirinya dan kemanusiaan, pemikiran-pemikiran, ide-ide untuk berubah telah menjadikan manusia berubah….
    Dulu manusia dari belahaan dunia mana sulit unutk berkomunikasi, karena manusia berfikir dan mencari jalan untuk sebuah komunikasi kepada manusia lain dibelahan dunia lain, maka ditemukan lah sistem telekomunikasi yang luar biasa hebatnya seperti saat ini…salah satunya telekomunikasi selular.
    Jelas manusia lebih tinggi dari mahluk lain. Hewan akan selamanya tetap jadi hewan tanpa perubahan sedangan kita telah banyak berubah karena kekuatan pikiran…
    Tetapi sering kali kita lebih sering mau menyelesaikan masalah dengan naluri atau fisik…sedangkan kita tidak mengindahkan kekuatan pikiran kita.
    Seorang istri yang marah kepada suaminya “aku mau cerai….”
    Suami menangapinya “ayo kita cerai…”
    Kita tak menyelesaikan sebuah persoalan dengan berfikir tetapi lebih kepada naluri-naluri bahkan lebih sering dengan cara fisik.
    Kemanusiaan telah berubah karena kekuatan pikiran. Itulah yang menunjukan diri kita telah menjadi manusia…

    I”AM SMART…”I’AM”
    Sering kali jika kita mengaku diri kita pandai…mengakui diri kita sanggup…kita dibilang sombong.
    Tipikal orang indonesia tidak mau menunjukan potensi yang benar ada didalam dirinya, karena takut, sedangkan kesuksesan dalam bidang-bidang management, binis, sales dan bahkan kepirbadiaan…selalu menganjurkan kita untuk mengakui potensi yang benar kita miliki.
    Kenapa kita tak akui bahwa kita smart, karena kita diberikan otak oleh sang pencipta untuk berfikir. Kenapa tidak kita gunakan potensi tersebut????.
    Konsep budaya masyarakat kita membuat kita mengambangkan sebuah kepribadiaan yang kadang membuat potensi diri kita menjadi tidak muncul.
    Bukan membuat anda menjadi sombong, tidak, tetapi membuat anda mengakui benar potensi itu.
    Bagi saya smart bukan mengetahui dan mengerti semua hal, tidak…smart adalah bagaimana anda mau untuk tidak bodoh dan mengelola diri untuk menjadi jauh dari kebodohan, dan disaat anda mencapai sebuah “ke smartan” anda, lalu anda menghargai dan mengakui potensi tersebut sebagai sebuah pencapaiaan…

    MORE AND MORE PARADOX THINKING
    Saya berkata diawal berfikir paradox adalah cara berfikir yang berbeda dari cara berfikir biasa.
    Saya lebih suka mengunakan kata “pernahkah kita berfikir”.
    Saya mengunakan kata “dapatkah kita menangkap pemahaman ini”.
    Saya sering juga menekankah kata “bisakah kita berfikir di level ini”.
    Ketiga kalimat itu Sering saya gunakan untuk menyampaikan permikiran yang saya sampaikan, yang berbeda dari pemikiran biasa.
    Lalu seperti apakah cara berfikir paradox itu…?

    Seorang pria datang pada saya dan menceritakan problemnya…apa lagi kalau bukan sebuah hubungan…ia akan datang dengan selalu menceritakan tentang pertanyaan-pertanyaan yang sering ia ungkapkan kepada pasangannya, ia bercerita bahwa ia terus bertanya-tanya kepada pasangannya akan “keyakinan” dari pasangannya…”takutnya dia gak yakin ma gue” itu yang ia katakan kepada saya…ia terus menceritakan hal-hal yang terus hampir mirip dari satu persoalan ke persoalan yang lain.
    Saya menghentikan ceritanya dan saya berkata kepadanya …
    “Pernah kah kamu berfikir, siapa tahu yang tidak yakin itu kamu bukan dia yang gak yakin, sebab kamu selalu punya ketakutan akan pasangan mu yang tidak yakin akan hubungan nya pada mu”.
    Ia pun terdiam dan mengiyakan…

    Seorang teman yang rencananya akan menikah, tapi saya tak pernah lihat kesunguhan, suasana, keinginan dari dirinya untuk mempersiapkan diri untuk itu.
    Semuanya adem-adem, temannya yang lain bertanya kepada saya…kenapa?, apakah karena ada orang lain, saya bisa bilang “mungkin”.
    Tapi saya punya permikiran lain….ia belum siap…

    Salah satu sebab kita tak dapat berfikir paradox adalah karena kita hanya berfikir pada satu arah saja, kita tak berusaha melihat pemikiran pada diri kita, apa yang ada didalam diri kita, apa yang ada dialam jiwa kita, dan kemudian kita tak berusaha melihat pada pemikiran-pemikiran lain, dan alternatif pemikiran lain, atau melihatnya pada kehidupan diluar kita…
    Hal ini disebabkan karena kita selalu berjalan pada sebuah kebiasaan, dan mind set berfikir yang tidak membiarkan kita membuka diri pada kemungkinan dan pemikiran lain.
    So free your mind…be paradox.

    Markus AP
    Febuary – March 2008

  • Share/Bookmark

3 Responses to “Paradox Thinkers, Don’t Be inside The Box”

irh - March 14th, 2008 - 11:00 am
 

Smart!!!
Hmm, i think tiap orang perlu membuka pikirannya! Nice work men!!!

viona - March 14th, 2008 - 4:27 pm
 

hmmm…..this is the first time i read ur writing with full of attention of my head.

ur friend is right…u’re absolutely smart!

“paradox” i used to hear that word and understand the meaning a little.

tapi ternyata artinya lebih dalem itu. lo emang pinter, buat tulisan tentang satu kata itu plus dengan pemikiran lo (yang seperti biasa, musti dicerna dulu sebelum dimengerti tongue )

gw suka sama tulisan lo ini. jadi membuat gw mikir sekarang…..jangan2 cara berpikir gw juga kaya katak dalam tempurung, hahahhahha

tapi g lah, gw selalu bilang diri gw smart (bodo amat orang bilang gw sombong or whatever, hahahahaha). karena kalo gw g smart, g mungkin teaching,tongue

kalo ada yg bilang gw sombong karena gw ngaku smart artinya orang itu iri sama gw. dan orang yang iri sama kita, itu karena dia pengen jadi seperti kita, hahahahahaha

most of all, i thankful for that thought!

just GREAT! like usually Marcus i ever know.

good luck, hun……

marcus - March 15th, 2008 - 8:51 am
 

Hmmm , sekali-kali kan mengeluarkan sebuah pemikiran yang radikal gak pp toh, gw pernah punya buku spiritual dgn judul paradox paradox gitu lupa judulnya, gw gak pernah baca sampe abis, cuma ujungnya…biasanya kalau gitu biasanya gw dah tau intinya apa…
Dan itu mengubah cara berfikir gw….

So what are we? me i dont want be mediokratis…i want be new and revolusioner… thats me

Leave a Comment

Top Commentators
Twitter Updates
    News
    • 8:48 am, March 21, 2010
      22 Maret 2010, Realase eBook "What's In My Mind" yang dapat diakses bebas dan didownload bebas
      From: Marcus

    • 8:46 am, March 21, 2010
      23 Maret 2010, Markus Manifesto memperingati 6 tahun perjalanan, “6th Anniversary, 6 year journey telling you the truth”, kami mengucapkan terima kasih kepada pembaca setia kami, yang selama ini telah menyertai perjalanan kami.
      From: Marcus

    Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.