profile
Pages
Recent Article
Most Popular Posts
Categories
Recent Comments
Login

New eBook : Sajak Didalam Toilet

Sajak Didalam Toilet - view online

participate
Building A Trust
By. marcus . September 23rd, 2007 at 4:15 am
trademarks
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Building A Trust

    Suatu hari saya ditanya seorang, tentang Trust atau kepercayaan…tentu saja saya tidak mudah menjawab ini, tapi dengan sedikit memutar otak lalu saya membuat sebuah cerita.
    Suatu hari ada seorang mantan napi yang baru di keluarkan dari penjara Federal di US, ia sudah menjalani 15 tahun usia tahanannya, ia telah benar-benar berubah, selama dia ditahan, ia telah benar-benar menyesali tindakannya merampok bank dan melukai petugas bank.
    Sekarang ia telah keluar di masyarakat, ia telah menjadi masyarakat biasa, walau orang yang mengetahuinya akan tau kalau ia mantan napi. 3 jam perjalanan, ditempuhnya untuk sampai ke rumah keluarganya, setelah tiba di kotanya ia kembali, ia disambut oleh istri dan 2 anaknya.
    Setelah 3 hari kembalinya sang suami, sang suami mulai berfikir untuk mencari pekerjaan..
    “Sayang, besok aku akan mencari pekerjaan di kota”.
    “Hah…kau baru tiba, istirahatlah dalam 1 bulan, baru cari kerjaan, kau butuh istirahat, 15 tahun dipenjara adalah hal yang berat”.
    “Tak apa…”
    Esoknya pun ia pamit dengan istrinya dan mencari kerjaan di kota.
    Sudah 15 tempat ia datangi, tidak semua mau menerima pegawai bekas narapidana, dan sampailah kaki membuatnya melangkah disebuah toko, yang didepannya bertuliskan “dibutuhkan pegawai”
    Ia pun melamar ke toko itu, setelah menjelaskan semua keahilaan dan latar belakangnya, dia pun diterima, walau si pemilik toko agak ragu dengannya,  tapi karena pemilik toko memerlukan pegawai, ia pun menerimanya dengan syarat dalam hati si pemilik toko…
    Selama hampir 3 minggu ia bekerja di toko itu, hampir tiap saat si pemilik toko selalu mengawasi dengan ketat semua hal yang dilakukan si mantan napi…
    Sampai suatu hari, saat ia sedang berjongkok seperti sedang melakukan sesuatu, si pemilik toko melihat kegiatan itu lalu … “Hey…apa yang kau lakukan!!! Mengendap-endap…”
    Ia pun dengan tenang berbalik, “Ini tuan, saya mendapatkan seekor tikus…” sambil tersenyum.
    Pemilik toko itu pun terdiam “hmmmm”.
    Selama hampir 6 minggu kemudian, kecurigaan si pemilik toko tidak pernah surut, setiap hal yang dilakukannya selalu dicurigai.
    Sampai suatu malam, ia bercerita ke istrinya, apa yang dilakukan pemilik toko kepadanya…, lalu sang istri berkata
    “Pah..keluar saja dari toko itu, aku tak mau papa diperlakukan begitu”
    Dengan wise sang suami berkata
    “Tidak mah, ia mencurigaiku, karena kesalahan dan masa lalu yang papa lakukan, ia berhak begitu, dan papa mau membuktikan kepadanya kalau papa telah banyak berubah, dan tidak seperti itu lagi”.
    Sang istri pun menangis, merasakan penderitaan yang dialami suaminya.
    Selama hampir 3 bulan kemudian, semua tetap tidak pernah berubah, ia bekerja disana dalam sebuah tekanan yang luar biasa, kecurigaan yang terus-terusan di terimanya.
    Sampai suatu malam ia pun mengeluh kepada sang istri, apa yang masih dialaminya selama 3 bulan itu.
    Sang istri mulai sedih dan kesal, akan kelakuaan pemilik toko, tetapi apa yang terjadi, sang suami berkata.
    “Mah…hidup ku di penjara menebus kesalahaan lebih berat dibandingkan tekanan di tempat kerja, hal normal jika masyarakat tidak bisa menerima mantan napi, satu hal yang terpenting adalah upaya kita agar kita bisa diterima…bukan memaksa mereka untuk menerima, atau mengubah pemikiran mereka untuk menerima”.
    Sang istri pun terdiam.

    Waktu terus bergulir, akhirnya sudah hampir 6-7 bulan ia bekerja disana ia terus melakukan pekerjaan dengan baik, jujur dan tepat.
    Sampai suatu hari, sang pemilik toko, pulang terburu-buru, hingga ia lupa  membawa kunci brangkas dan menutup pintu kantor, dan uang dibrankas sudah hampir 225000 dollar dan surat berharga, brangkas pun terbuka tanpa terkunci, dan pintu kantor tidak benar-benar juga terkunci, si pegawai selalu pulang terakhir, melihat hal itu.
    Ia kaget apa yang dilihatnya.
    Ia pun mengambil bangku, dan duduk didepan pintu kantor, ia tak tahu apa yang akan dilakukannya, karena ia melihat pintu kantor terbuka dan juga brankas.
    Didalam dirinya ada godaan untuk mencuri uang itu, tetapi! Ia berfikir apa yang akan terjadi jika ia tertangkap dan ia dijebloskan ke penjara yang akan menambahkan penderitaan bagi istri dan kedua anaknya!, Karena pikiran itu, ia pun memilih untuk tetap pada prinsipnya dan jujur!.
    Akhirnya ia mencoba menghubungi rumah si pemilik toko, tetapi jaringan sedang terganggu.
    Akhirnya ia pun memutuskan untuk tinggal disana, menjaga brangkas dan pintu kantor yang tak terkunci.
    Jam telah menunjukan jam 2 pagi, saat si pemilik toko berusaha 2 jam tidur, ia tak dapat tidur, ada yang menganjal didirinya, entah apa, ia tiba-tiba terbangun dan tesadarkan diri, “Oh God…” ia pun terbangun dan memeriksa kunci brangkasnya, ia sadar kalau kuncinya tak ada di saku bajunya.
    Ia pun mengambil pistol, lalu berganti baju dan pergi ke toko…setibanya disana, ia masuk kedalam toko, ia masuk dengan hati bedebar, ia kawatir uangnya akan hilang.
    Ia pun menemukan si pegawainya tertidur didepan pintu kantor.
    “Hey bangun…apa yang kau lakukan disini”
    “Hahhhh, saya menjaga pintu kantor tuan, brangkas terbuka, dan pintu juga, saya tak berani meninggalkannya, saya mencoba menghubungi tuan, tetapi jaringan rusak…, saya tak berani menyentuh pintu atau meninggalkannya, saya takut kalau uang itu hilang!”
    Si pemilik tokopun bergegas memeriksa brangkas, semua uang dan surat masih ada ditempatnya.
    Ia pun kembali kepada si pegawainya…
    “Aku tak habis fikir, kenapa kau tidak mengambil uang itu?, bahkan kamu menjaga nya”
    “Saya yang harus berterima kasih karena tuan menerima saya bekerja disini, saya diberikan kesempatan, walau saya harus menghadapi ujiaan lagi, sekalipun saya dicurigai, saya tak apa karena memang itu masa lalu saya, yang hanya ada dalam hati saya, adalah membangun kepercayaan dan membuktikannya kepada tuan”
    “Saya tak menyangka saya mendapatkan anda”
    1 tahun kemudian, omset toko itu terus melonjak, 1 tahun berikutnya, si pemilik toko menjual toko itu dan pindah ke lokasi yang lebih besar, si mantan napi, menjadi store manager di toko itu, 4 tahun kemudian cabang dari toko itu telah menjadi 5 di 5 kota, dan ia telah dipercaya menjadi pengawas ke lima cabang itu.
    Perusahaan itu terus berkembang dan berkembang, sampai suatu hari dalam sebuah acara yang dihadiri oleh seluruh staf dari toko-toko tadi.
    Pemilik toko berpidato, saat ia akan menyerahkan penghargaan pegawai terbaik selama lebih dari 5 tahun.
    “Hmmm, saya mengenalnya lebih dari 5 tahun, ia bukan lulusan Harvard School of Bussiness, ia bukan seorang lulusan sekolah t inggi, ia lebih tepat lulus dari Federal Prison, tapi pendidikan yang penting bukan pada otak kita, tetapi pada hati dan mental kita…itu yang saya pelajari dari dia…saya juga belajar kembali bahwa masih ada orang yang bisa saya percaya…yang tidak akan mengcuri sesuatu dari saya…seperti yang lalu-lalu”
    “Saya tak pernah lupa, saat ia mengendap-endap, dan saya mencurigainya, saya mengira ia akan mencuri sesuatu, tetapi ia berpaling sambil tersenyum, tuan saya menangkap tikus”.
    “Saya menduga, saya akan menangkapnya saat mencuri keju, tatapi rupanya ia menangkap seekor pencuri keju”
    Semua orang yang hadir tertawa.
    “Yang terkesan buat hidup saya. saya tak pernah menduga, jika sikap saya yang keras, curiga, bahkan kejam, tetapi ia telah membuktikan kepada saya, kalau ia pribadi yang dipercaya…, ia berusaha membangun integritas, ia berusaha membangun kepercayaan, karena itu saya malu dan bangga…dan saya bersyukur, Tuhan mengirimkan seorang yang dapat saya percaya saat ini, ia telah benar-benar membuktikan arti kejujuran terlebih kepercayaan, ia telah membangun kepercayaan!, dan itu sangat berharga bagi saya….oh ya…saya mau menyampaikan 2 bulan lagi 4 toko kita akan dibuka di dua negara bagian, hari ini saya menyerahkan penghargaan tapi 2 bulan lagi, ia akan mejadi wakil saya untuk mengawasi 9 toko kita… saya mempercayakan ini kepadanya”
    Semua orang riuh dan bertepuk tangan, dan setiap orang memberikan selamat kepada si mantan napi…ia terharu, sang istri ikut juga terharu.

9/18/2007 6:38 AM

Similar/Related Posts

Leave a Comment

 
help

conditions
information
YAHOO PINGBOX
eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

Donation
STOP SOPA & PIPA
Twitter Updates
Stop SOPA