Parodi : Maling, Awas Hati-Hati maling!!!
Pernah kah anda jadi korban kejahatan..? saya pernah, dulu nyaris dicopet, sayangnya si copet malah kena bogem mentah saya…heheheh
Dan artikel kali ini tentu berbeda dengan artikel-artikel saya sebelumnya, sebabkoq kali ini artikel saya lebih berkesan seperti himbauaan bang Napi “awas..awas kejahatan ada karena kesempatan….”.
Tentu sebagian orang pernah mengalami jadi korban kejahatan…khususnya pencuriaan…
Mencuri sendiri bisa didasari oleh desakan ekonomi dan kebutuhan, misalkan karena hutang dan kebutuhan yang banyak, karena kepepet dan akhirnya mencuri…bisa juga karena ia punya hobby buntut dan selalu kalah, untuk dapat modal masang buntut lagi…ya mencuri…
So jujur saja namanya juga karena kebutuhan…kalau dia berkelebihan pasti dia tak akan mencuri, tentu mencuri disebabkan karena MISKIN, alias tak punya uang, alias Kere, dan yang miskin-miskin tadi mencuri lah ia untuk mempertahankan hidup…atau memenuhi kebutuhan…dan jelas yang dicuri pasti yang memiliki lebih dari si pencuri….
Sesungguhnya orang yang demikian bukan hanya miskin harta, tetapi juga miskin hati (tak punya kesadaran akan hukuman Tuhan)….miskin kepribadiaan….dan miskin miskin yang lain…itu pencuriaan secara umum.
Tapi ada pula kebiasaan mencuri bukan disebabkan karena terdesak kebutuhan dan kemiskinan harta…tetapi karena kelainan psikologis, atau alias tidak waras secara kejiwaan…dan mencuri menjadi sebuah kesenangan…
Saya membaca sebuah definisi tentang kebiasaan tangan jail itu…dari sebuah website www.urbandictionary.com
Clepto is someone who enjoys stealing and will jack anything they can get their hands on
atau
Someone who enjoys stealing and will try and get whatever is in their reach.
Kalau anda tak mengerti artinya….saya akan terjemahkan definisi tadi “Clepto adalah seorang yang punya kebiasaan mencuri, dan menjambret apa saja, yang bisa diambil oleh tangannya…atau, seseorang yang menyukai kebiasaan mencuri, dan berusaha mengambil apa saja yang dapat dijangkau oleh tangannya”. (kalau terjemahan saya gak salah loh).
Dan saya menambahkan sebuah definisi bahwa mencuri sudah tidak lagi disebabkan karena miskin harta, tetapi karena kerakusaan akan harta…makanya tak salah kalau mencuri pun bisa terjadi dikalangan intelektual….yah contohnya korupsi yang dilakukan oleh pejabat-pejabat misalnya.
Lalu bagimanakah kita bisa menghidari diri dari pencuriaan…menurut bapak-bapak polisi dan para ahli kriminologi, kita diharapkan menghidari menampilkan diri (show off) memiliki barang-barang dan harta yang menarik pencuri untuk mencuri…
Artinya siapa saja bisa jadi potensi korban kejahatan pencuriaan…kita tak bisa lepas dari pencuriaan, kapan saja dimana saja, tak ada tempat aman bagi kita!.
Wong sendal saja bisa hilang ditempat ibadah, padahal tempat yang suci untuk ibadah menghadap Tuhan saja, masih ada orang punya niat mencuri…dan sering terjadi pencuriaan…apa lagi kalau sendalnya bagus!.
So bagaimana kalau kejadiaanya disebuah kantor?, mungkin kita harus punya rasa memaklumi yang lebih tinggi lagi kalau hal itu terjadi, sebab kantor kan bukan tempat suci, so jika barang kita yang kita tinggal di meja kantor, bisa dicuri….hmmm artinya kita harus benar-benar punyakesadaran bawah lingkungan yang penuh intelektual, professional dan berpendidikan pun bisa didiami atau disusupi pencuri….atau memelihara pencuri.
So paling tidak kita disadarkan, untuk tidak mudah percaya dengan SIAPA SAJA, sebab siapa saja punya potensi Khilaf….sekalipun dikantor isinya orang-orang intelektual yang berpendidikan dan berderajat…
Sebenarnya biasanya sangat mudah mendeteksi siapa pelakunya dalam lingkungan itu, apa lagi kalau sudah berulang-ulang terjadi dan sekalipun kita tahu atau bisa mendeteksi…yup… paling tidak ada tindakan tegas yang bisa dilakukan! Tegas loh ya!
Pemecatan kek, tapi dengan dalih “tak ada bukti” biasanya hal ini tak bisa dilakukan, yah kalau tak bisa paling tidak pengawasan kek atau pemindahaan tugas bagi orang yang sudah dicurigai oleh seluruh pribadi dikantor itu…gunakan dong sistem birokrasi, yahhh itu kan sebuah tindakan yang REAL…bukan sekedar himbauan untuk tidak mencuri lagi.
Heheheh maling koq di himbau untuk tidak mencuri!!! Yolucu ya!.
Tapi kalau tidak ada tindakan, yah paling tidak ada sebuah kesepakatan bersama, untuk memblack list (memusuhi secara halus si pencuri) dalam lingkungan itu.
Kalau saya pribadi (walau saya tahu orangnya) koq saya milih serahkan hal ini pada sang Khalik yang Maha tahu….agar Dia yang Maha Suci kan yang adil untuk menjatuhkan ganjaran yang setimpal….wes pasti kena!
Awasssss maling!!!!!, piara koq tuyul…eh maling!!!
Markus AP
6/11/2007 5:20 PM
help



Similar/Related Posts