Pages
Recent Article
Most Popular Posts
Categories
Recent Comments
Login

New eBook : Sajak Didalam Toilet

Sajak Didalam Toilet - view online

profile
Parodi : Down To Earth
By. marcus . October 11th, 2006 at 7:53 pm
copyright
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Parodi : Down To Earth

    “Mark…lagi sibuk gak..jalan yuk”
    “Kemana non…”
    “Ya jalan! Liat-liat, ngobrol-ngobrol”
    “Baliknya makan soto ya non, lagi pengen makan soto non!”.
    “Okey”. katanya
    Begitulah awal pembicaraan kita saat itu, setelah telfon ditutup saya menyiapkan diri, lalu pergi dan menemui teman saya itu disebuah Mall di Jakarta.
    Dan seperti yang direncanakan, setibanya disana saya menantinya di sebuah coffe shop yang tidak bermerek Starbacks, dan saya hanya menanti 10 menit, karena ia datang hampir tidak terlambat sama sekali, yah masih dibilang tepat waktu deh…tak membuat saya menunggu lebih dari  1 jam…jam nya tidak ngaret loh!
    Ia menghampiri saya sambil mengulurkan tangannya..dan cipika-cipiki..
    “Hey cus…maap lama ya nunggu”
    “Oh nggak koq…santai aja jeng!!, mau pesen apa?”
    “Apa ya…Tea aja deh!!” lalu saya memesankan pesanannya kepada pelayan.
    Dengan ramah ia berkata.
    “Thank U”.
    Seperti biasa ia tampil dengan sangat elegan, ia tetap saja tampil cantik, fresh dan menarik, dengan tas LV (Dibaca Louis Vuitton bukan Lusi Vuiton hehe) dan pakaiaan yang sesuai dengan tubuhnya, tentu saya tak tahu apa mereknya, yang saya tahu ia benar-benar tahu bagaimana menyesuaikan pilihan warna dan motif yang sesuai sekali dengannya…pokoknya tidak malu-maluin deh.
    Setelah beberapa saat di coffeshop itu, kita pun melanjutkan rencana kita yang sudah direncanakan…dan seharian saya pergi menemani teman saya ini keliling-keliling di sebuah Mall di Jakarta sambil berbicara asik sekali, sampai saking asiknya, ia tak lepas dari padangan mata saya, dan kadang kala sampai saya atau ia hampir tertabrak oleh orang…karena pembicaraan kita sambil jalan-jalan santai itu benar-benar menarik…hehe. (Kalau tak salah saat itu kita berbicara tentang sesuatu yang benar-benar tidak enteng).
    Dan hari itu dari yang rencananya hanya windows shoping koq jadinya shop-shop tanpa pakai windows…, saat itu saya sedikit-sedikit memberikan komentar-komentar…dan menurutnya saya punya selera yang sangat ok juga (yah dengan seleranya yang ok, saya kan hanya menyesuaikan saja menurut kesesuaiannya).
    Dan jujur saja berjalan dengan teman saya ini, saya tak kaget kalau mata-mata laki-laki, manager-manager, bos-bos, lelaki hidung belang, atau lelaki hidung warna memandang ke arahnya…ya wong ia benar-benar ehm..ehm gitu loh!
    Kalau saya tidak dipandang oleh mata-mata wanita, entah itu wanita baik-baik, wanita ‘baik-baik’, atau wanita-wanitaan, normal lah…wong saya memilki tubuh yang biasa-bisa saja apa lagi tidak bertampang seperti Jerry Yan, wajah saya seram dan serius kata orang!!, maka saya mikir wah saya cocok ya jadi bodyguardnya hehhe big grin
    (ini hanya komentar pribadi saya saja loh, mengikuti apa kata orang yang tak kenal saya)
    Dan kalau saya tidak dilihatin yah saya bersyukur karena saya tidak pengen  dilihatin kan!!!, apa lagi saya benar-benar sadar diri, dan memaklumi kalau pada dasarnya kebanyakan KITA hanya menilai orang dari kulit luarnya saja.
    (Thanks God, saya koq bisa menemukan teman-teman yang tidak menilai kacang dari kulit kacangnya tapi menikmati isinya)…dan tentu saya bukan kacang..tapi selai kacang boo! Hehe!

    Karena pengalaman saya hari itu, saya jadi mikir dalam hati saya…mikir koq dalam hati hehe big grin
    Saya berfikir “koq mau-mau nya ia mengajak saya pergi…” dan pertanyaan ini terjawab dari komentar dan sikapnya yang enjoy saja pergi dengan saya, lalu yang menjadi pemikiran saya yah…”apakah ia bisa dibilang low profile?. Wong gayanya aja gitu..dari atas sampe bawah bermerek!!”.
    So kalau bicara low profile dari teman saya ini, hmmm, kayaknya ngak deh, semua yang nampak dari dia diluarnya tidak menunjukan ia low profile…karena memang penampilannya sesuai dengan kemampuannya dan kecocokannya…ia tak pernah maksa untuk tampil maksa, ia nampak apa adanya, dan bisa tampil sesuai dengan dirinya.
    Dengan barang atau tas mahal yang dipegangnya, ia tak nampak menjinjingnya seperti sedang bawa barang mahal untuk pamer, apa lagi ingin menunjukan keorang-orang ia bisa beli barang mahal, ia memperlakukannya biasa saja.
    Setelah selesai berkeliling-keliling, ia berceloteh kepada saya “Eh jadi ngak makan soto…”
    Saya yang sadar benar Jakarta hari itu lagi panas-panasnya…sebenarnya tak sampai hati untuk mengajaknya makan ditempat yang panas non AC dan hanya ada AC yang lain (Angin Cendela)..apa lagi kita makan soto ditemani lalat dan plus debu jalanan….
    “Non panas kan…dan berdebu…” jawab saya.
    “Halah…ngak pa pa..santai aja…kesana aja yuk”
    Karena ia benar-benar tak keberatan so berangkatlah kita ke Setia Budi, dan makan soto disana…ia nampak tak keberatan sama sekali dengan makan ditempat yang sesederhana itu, setelah makan kita masih melanjutkan ngobrol-ngobrol kita yang ber-seri tak habis-habisnya dan masih bersambung.!!

    ***

    Dalam catatan ini, sebenarnya saya tak mau mengakui diri saya pandai menilai orang, walau saya sering berhadapan dengan banyak orang, sebab bisa jadi saya miss dalam menilai orang, tapi karena saya sudah mengenal pribadi ini, so gak salah jika saya menulis nya sebab dari kehidupannya saya bisa belajar apa itu low profile dan down to earth, so bukan dengan maksud melebihkan tetapi menjadikannya contoh saja tak apa kan kalau saya membahasnya :
    Ok dari sisi profilenya..hmm saya bisa bilang ia tidak low profile, tetapi ia cukup down to earth, karena ia begitu apa adanya tampil dihadapan semua orang dan saya.
    So saya bisa bilang ia cukup down to earth, bahkan sangat…hehe, dari bicaranya saja lah, saya bisa melihat seperti apa hatinya…sebab ada kata-kata bijak dari hati keluar ke mulut.
    Dari bicaranya dan candanya yang stright to point, ia masih saja tidak mengunakan kata atau kalimat yang menunjukan diri, atau dengan sangat bermaksud melukai orang lain, ia tak menyombongkan diri siapa kah dirinya, atau siapakah yang dikenalnya…dari maksudnya kita bisa melihat.
    Keterus terangannya yang tanpa tedeng aling-aling, tanpa topeng catwoman (baca Parodi : catwoman), dan tanpa kalimat yang diatur agar “nampak” ia baik, so ia bisa dibilang down to earth.
    Apa lagi tutur kata dan nada yang terjaga, bahkan tidak terkesan memerintah atau merendahkan orang lain…saya bisa bilang ia cukup down to earth.
    Lalu kemudahannya bergaul dengan orang dan memperlakukan orang dengan baik, apa lagi berhadapan dengan orang sesulit saya ini (menurut sebagian orang loh)…benar-benar membuat saya menilai ia cukup Down to Earth.
    Bahkan berbicara dengan saya ia masih bisa menujukan rasa menghargai dan menghormati…tak pernah ada keinginan untuk merendahkan orang lain, itulah kenapa saya tak sampai pernah keluar dalam diri saya dan pemikiran saya “siapa lu!!!, sampe lo ngak menghargai orang sampai seperti itu!!!”…
    Dari sisi penampilannya yang dipenuhi akeseoris yang tidak murah, ia masih bisa dibilang down to earth, karena saya tahu, ia pun kadang bisa sangat tampil sederhana sekali.
    Dari gaya hidupnya dan pergaulannya yang wah, dengan kalangan wah, dan saya sadar ia bisa juga bergaul dengan kalangan yang tidak wah…seperti saya ini, saya kan orang biasa-biasa saja, so saya bisa bilang ia cukup Down to Earth. Apalagi ia tak menuntut saya untuk ini dan itu, saya bisa jadi diri saya…tanpa ia keberatan saya itu orang biasa atau orang tidak biasa.
    So saya bisa bersyukur saya punya teman satu diantaranya diantara teman lainnya …yang memilik kepribadian yang down to earth sekali, yang tidak lupa kalau kaki nya masih menginjak tanah..…

Markus AP October 12, 2006

advertise

3 Responses to “Parodi : Down To Earth”

joo hihihi makan soto gebrak lagi kapan ya!

nah ya om pergi ma siapa niy???

yah lu cus makan soto ma anz gak ajak-ajak! hayuh yaaaaa!!! curangggggggg!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Leave a Comment

 

marketing
YAHOO PINGBOX
eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

Donation
STOP SOPA & PIPA
Twitter Updates
Stop SOPA
feed