“EGO”
Kalau anda cukup jeli melihat apa yang saya tulis sebelumnya, anda akan cukup jeli melihat EGO selalu jadi peran utama dalam hal ini.
Saya bisa mengambil satu kesimpulan tajam dari kisah pelik teman saya itu, bahwa selama hubungannya yang 1 tahun itu, ia selalu dituntut untuk bisa memenuhi kebutuhan diri dari pasangannya…tanpa ia sendiri menerima sesuatu dari pasangannya.
Halah…u can see…IS EGO…not LOVE. Gini deh…kita berfikir bodo-bodoan aja deh!.
Kalau anda sudah dituntut untuk mengerti pasangan anda!, tetapi ia sama sekali tidak bisa mengerti anda, bagaimanakah rasanya?
Banyak orang berfikir ngawur!!, kalau seorang pria harus bisa mengerti wanita, atau kadang wanita harus bisa mengerti pria, jawabannya, dua-duanya harus saling mengerti!…dua-duanya harus saling memberi
“LEVEL Cinta”
Saya jadi ingat serorang sahabat pernah berkata kepada saya, kalau urusan love-love-an itu ada levelnya….saya koq mikir…”apa iya sih!”.
Berhubung dengan kasus teman saya itu, saya jadi mikir lagi, bisa jadi demikian!…
Sebab katanya…seseorang awalnya baru ‘suka’ saja, lalu sayang, lalu cinta…dan dalam kasus teman saya itu…ia sedang kena nasib buruk saja, ketemu yang levelnya sebenarnya suka, tak pernah sayang dan tak pernah cinta.
Kalau pun dalam perjalanan yang 1 tahun itu ngakunya cinta dan sayang…seperti kata saya tadi…is all bullshit!..GOMBAL gitu loh!
Saya dulu pernah mikir, apapun dalam sebuah hubungan pasti melibatkan perasaan…tapi kali ini saya mikir rada extrim dan mengubah pandangan itu.
Yah dengan sedikit geram, heran, dan berfikir-fikir…banyak hal, bukan hanya melihat kesalahan satu pihak saja tetapi juga melihat apakah teman saya itu juga salah!.
Sejujurnya.. saya ini malas sekali bicara tentang cinta-cintaan, nanti orang pikir saya ini pakar cinta, ngomong nya koq cinta-cintaan, Im not an expert!.
Atau bisa jadi dipikirnya saya lagi jatuh cinta atau putus cinta, atau jangan-jangan saya ini dikirain dewa cinta atau bisa jadi malah dibilang budak cinta….halah!! heheh :D
No..No..No!, dan sekali lagi apa yang saya tulis tak ada hubungan pribadi dengan saya… maksud saya, is not my story…is about my friend story.
Jujur saja, anda perlu tahu, urusan pribadi saya saja, saya tak sampai se prihatin ini, tapi rupanya ada pengalaman orang lain yang Read More
Dan setelah urusan dokumen selesai dari sore itu saya hanya nongkrong dan ngobrol-ngobrol saja disana. Tiba-tiba kebosanan menyerang saya, hingga akhirnya saya mengasingkan diri dan duduk diteras atas, saat itu pula saya ingat seorang teman yang sudah lama tak pernah saya dengar kabarnya…akhirnya saya sms lah ia menanyakan kabarnya. Dan tak lama ia pun membalas menceritakan kabarnya, dan lain sebagainya. Hingga pada kiriman sms yang kemudian ia berkata
“Lagi patah hati nih ?”
Karena smsnya itu saya lalu berfikir, apa lagi musim patah hati ya…patah hati koq pake musim…dengan canda saya, saya pun mengirim pesan singkat Read More
Gelap-gelap disini bukan PLN yang masih sering mati lampu loh gara-gara krisis listrik, tetapi memang hal-hal mistis di jaman yang katanya cangih ini tidak bisa dihapuskan.
Maka kita sering dengar dalam kesehariaan kita atau nonton di TV, yang namanya dukun, jimat, keris, santet, pelet, guna-guna, jin, hantu, tuyul, ilmu hitam, ilmu putih…yang saya heran koq tak ada ilmu merah, hijau, kuning dan kelabu…heheh :D
Bahkan kita dengar si a menguna-gunai si b, yang sering terdengar dikalangan artis.
Tak heran memang, kalau itu menjadi hal yang biasa, wong kadang dalam pemikiran Read More
Karena saya benar-benar sudah seperti orang nyidam anak pertama, maka walau panas terik saya tetap melangkahkan diri dari rumah untuk memanjakan perut saya dengan Es Campur si Jaja.
Tentu saya tak perlu dandan dong, hanya dengan celana pendek dan kaos biasa sudah cukup lah hanya untuk meninggalkan rumah dan belanja Es Campur, sambil berpanas-panas ria ditengah sorotan sinar matahari yang makin hari koq makin panas…dengan langkah pasti saya melangkah ke kedai si Jaja.
Pas ditengah jalan saya koq jadi berubah pikiran, sebab saya melihat penjual Gado-gado yang memang bukan langanan saya, berdagang didepan komplex, yah karena Read More
Begitu senja mampir
Dan surut dalam pikir
Aku berzikir sujud
“Ya Gusti Pangeran
Sujud hamba pada Mu
Berlinang linang
Berteluh lutut ku, kaku
Aku suyu
Aku layu”
“Ya Gusti Pangeran
Sujud hamba pada Mu
Ono Asu arebut balung”
“Ya Allah Gusti pangeran
Kang sipat murah lan asih
Mugi-mugi aparingan
Pitulung ingkang martani”
17/10/06 11:08 AM
Read Morebernyawa bayang, berdebu sumbang
Oh Gusti Pangeran di siang gerah
Mengadulah aku padaMu, selagi pagi masih baru
Kudengar lidah sayang menyayat pilu
Riuh didalam kelu ku yang merindu
Duh Gusti
“duh dengan lidah nya bikin maut
mengirim racun kedalam biduk hidupku
tapi aku mengadu rindu kalau ia
emang tak tahu, hanya Kau yang Maha tahu”
Kini aku kehilangan sabar, Kau beri sabar
Saat lidah nya, Menyayat riuh didalam kalbu
Lalu mengembaralah aku, Keujung pilu
Menyampaikan zikir, Kedepan pintu sang Khalik
Duh Gusti
“bikinkan ia biduk yang tak hanyut
sermebaki ia bukan dengan sembilu
aku hanya mau ia tersipu”
Duh Gusti
“aku ingin pergi, pergi kepintu Mu lagi
untuk zikir dan mikir”
Sunday, October 15, 2006
Read More
