Tanah Merah
ku hadapi hamparan luas
lembah
dan segengam tanah merah darah
ditangan, tanyaku
sambil
tertunduk melihat derap
pacu roda hidup
kau tak mengerti
kau tak mengerti
kau tak paham
pada sejumput
nafas dan pikiranku
darah dan sukmaku
kau tak dengar
sejerit derit
lengkingan sirigala
dalam jiwa yang haus
haus lapar pada
seucap kata
senada sapa
secangkir air hidup
serumpun ilalang
yang damai ditiup
angin tak mati
hidup
ah
sudah lah
sudah lah
suara didalam
suara suara didalam
merayu seraya
berdendang nyanyi
bagi bayi yang tertidur
pulas sabar didekap
bunda
dan saat pagi bangkit
retorika
tanda tanya
penat yang menyayat
samar
kabur tertutup kabut
sekarat
karat tertutup kubur
ah
sudah lah
sudah lah
sudah lalu semua
seorang pria
harus berdiri
dengan dua kaki
tertunduk melihat
kedalam
memahami sukma
memahami hati
memahami hidup
tertawa saat tertikam
tersenyum saat mati
dan rebah mati
dalam senyum
ah
sudah lah
sudah lah
tak akan paham kau
dengan
cinta
rindu
mati
dalam dada
sebongkah aku
8/16/06 8:46 PM



Similar/Related Posts