feedback
Pages
Recent Article
Most Popular Posts
Categories
Recent Comments
Login

New eBook : Sajak Didalam Toilet

Sajak Didalam Toilet - view online

blog
report
Parodi : My Body Is Masterpiece
By. marcus . September 13th, 2006 at 12:02 ampartner
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Parodi : My Body Is Masterpiece

    Boleh dong saya sedikit melongo jika bicara soal body, sebenarnya tergantung body siapa dulu yang dibicarakan dalam hal ini…body si dia (mereka) yang selalu nampak sexy dan aduhai, yang selalu jadi ehm..ehm saya, atau body saya yang tidak punya daya bisa bikin orang ehm..ehm..apa lagi daya jual untuk dijadikan model ….sebab memang badan saya yang kecil dan yah begini ini lah adanya, cetakan dari sana nya sudah begini….dan karena cetakannya begini ada teman-teman saya yang dengan tidak bermaksud jahat Tuhan atau mami saya.
    Padahal ngak ada yang perlu disalahkan dalam hal ini, yah gimanapun saya…toh masih ada yang ehm..ehm. dengan saya hehehe big grin itu salah satu untungnya bagi saya.
    Banyak artikel sering saya intip tidak saya baca sunguh-sunguh, mengatakan agar kita memelihara tubuh kita, ini dan itu dijadikan tips agar tubuh kita dipelihara dengan baik, dari lulur, fitnes, sampe yoga…katanya agar tubuh bisa nampak lebih…!
    Dan sejuta macam fashion ada didunia ini memanjakan tubuh dan memberikan sesuatu bagi tubuh kita.
    Tetapi jujurnya tak satupun saya merutinkan hidup untuk melakukan kegiatan atdi atau memanjakan tubuh saya, satu-satu nya yang saya lakukan rutin hanyalah memotong rambut saya …tetapi untuk hal-hal diluar itu…saya tak pernah melakukannya dengan serius, apa lagi karena saya memang tidak pernah bisa melakukan satu rutinitas tertentu agar memeliharanya dengan baik, apa lagi membentuknya jadi lebih sedikit memliki daya pikat.
    Maka kalaupun seorang sahabat nanti saat pulang dari England akan melatih saya dengan beberapa latihan salah satunya menarik gerobak dan serangkaiaan kegiatan fisik lainnya, artinya itu satu hal yang luar biasa, jika saya bisa melalui proses latihan itu…sebab bisa jadi saya ogah-ogahan.
    Dahulu sekali saya begitu stress sendiri dengan tubuh ini, berapapun makanan yang saya makan, tidak bisa berubah jadi daging…dan membuat saya minder….
    Kata orang semua energi dari makanan tadi lebih banyak dihabiskan buat otak saya, atau ada yang bilang faktor genetika.
    Itu semua kata orang loh, bukan kata saya…
    Tetapi pada akhirnya toh saya bisa tidak lagi stress, dan tidak lagi mendengarkan apa kata orang… saat saya mulai berfikir, bahwa yang diatas maksud saya Sang Khalik memberikan saya tubuh yang begini tentu bukan karena IA salah cetak, atau salah prosedur, IA melakukannya dengan satu tujuan, dan tentu apa yang diciptakanNya ya indah..indah saja…akhirnya tanpa stress-stress lagi dan minder saya bisa menghargai dan benar-benar menghargai diri saya sendiri sebagai ciptaan yang sempurna, setidaknya IA tidak memberikan saya dengan kekurangan, sekalipun kekurangannya hanya dari segi ukuran..hehehe, saya percaya itu tetap sebuah anuggrah besar.
    Karena saya berfikir anuggrah besar ini sudah saya terima dan ada pada saya, saya pun benar-benar bisa percaya pada diri saya sendiri dan menghargainya…tidak pernah sekalipun kecewa, bahkan menerima dengan rasa syukur yang besar.
    Dan sampai pada titik nya kita sadar rupanya menghargai dan mengsyukuri diri sebagai ciptaan yang lengkap itu penting sekali bagi perkembangan diri kita sendiri, terlebih perkembangan hidup kita selanjutnya…dibadingkan kita hanya tertuju pada urusan luarnya saja.
    Rupanya hal tersebut membuat fokus pikiran dan jiwa kita lebih ditujukan kepada urusan yang lebih dalam dari sekedar body, yang kalau dipikir eh di lihat yah sebagus apapun yah begitu-begitu saja.
    Fokus inilah yang membawa diri kita lebih bisa melihat sesuatu yang diberikan pada kita dan ada pada kita..memunculkan keluar dari diri kita, melewati batas dari bentuk, ukuran, baik atau buruk cassingnya…hehe big grin…dan yang bisa kita lihat ya karakter diri kita!
    Selanjutnya kita yang mampu menghargai diri sendiri karena proses kita melihat diri sendiri itu, tentu akan otomatis membuat kita menghargai orang lain juga dengan cara pandang yang wise, dan saat kita bisa menghargai orang lain, kita pun dengan penuh rasa hormat menerima orang lain.
    Otomatis bicara etika, sopan atau apalah bahasanya…hal itu akan muncul sendirinya dari diri kita, dan orang akan dengan mudah mengenali kita sebagai pribadi yang berpribadi dan berkarakter dibanding, pribadi tanpa karakter.
    Wah bicara saya koq jadi sangat berat sekali, yah yang penting sekali sebenarnya adalah saat kita bisa benar-benar menerima dan menghargai diri kita sendiri sebagai sebuah anugrah yang luar biasa.
    Bukan bagi diri kita saja, tetapi penghargaan tertinggi kita berikan kepada sang pencipta kita…karena apapun itu He already make the great masterpiece…ya itu diri kita!.

Markus AP Tuesday, September 12, 2006

Leave a Comment

 

service
YAHOO PINGBOX
eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

Donation
STOP SOPA & PIPA
Twitter Updates
Stop SOPA e-mail