Nasehat Seorang Pertapa
Pilihlah cinta. Ya cinta ! tanpa manisnya cinta hidup ini adalah beban. Tentu engkau telah merasakannya (Jalalu’ddin Rumi).
Saat mentari sudah mulai malu-malu dan mahal untuk mengeluarkan sinarnya, aku pun ikut dalam kenyamanan pembaringanku sambil berhayal dan ditemani tumpukan coretan dan bualan banyak penyair. Dan aku pun mulai tertidur saat mentari sudah tak lagi malu-malu untuk bersinar, saat itu aku bermimpi …..
Aku melihat pertapa tua yang sudah lebih tujuh tahun tak pernah lagi muncul dalam mimpiku, pertapa tua itu bersemangat untuk pergi kesebuah hutan karena ia mendengar sebuah bisikan halus didalam hatinya dikala zikir, dan setibanya disana ia tak langsung duduk dibawah pohon untuk berteduh. Lelah tak bisa membunuh semangatnya, bahkan keringat tak bisa meracuni kehidupannya. Ia mulai menjelajahi hutan yang nan lebat itu, sepertinya ia telah tahu apa yang ada dihutan itu, sesungguhnya hutan itu nampak seperti sebuah taman karena sesuatu yang Ilahi telah menata hutan itu dengan indah. Tidak, ia tak mengetahui apapun, bahkan ia tak pernah tahu kapan Yang Maha Segala menciptakan hutan itu, walau hampir seluruh hutan didunia ini ia pernah datangi.
Saat nya tiba ia disebuah aliran sungai kecil, disana hanya ada suara decik air yang merdu, burung-burung kecil yang berkicau halus, dan sinar mentari menembus kesela-sela pohon diatas aliran itu. Pertapa itu duduk disebuah pohon tak jauh dari aliran itu, ia sendiri tak tahu kenapa ia harus memilih disana, ia tetap duduk sampai ia menunggu wahyu atau menunggu mati, atau apapun bisa terjadi atas kehidupannya. Ia tetap menunggu.
Tak lama, ia mendengar suara dua sosok dikejauhan yang lebih dalam dari hutan itu, suara yang samar, tetapi indah dan sunguh mesra, sunguh itu suara seorang Adam dan seorang Hawa. Suara Adam yang wibawa dapat dikenalinya, sedangkan suara Hawa yang polos, manja, dan keibuan pun dapat dikenalinya.
Ia mulai bertanya dalam dirinya, tetapi ia tak berani mengeluarkannya dari mulut. Suara itu kian lama, kian keras, suara gembira, suara keangkuhan, suara kemesraan, suara saling bantah, suara saling memuji, menyapa, bercerita dan bersenda gurau. Sunguh indah pikirnya.
Saat mereka berdua sampai dialiran itu, mereka tak sadar bahwa mereka diperhatikan sesosok tua yang duduk dibawah pohon, sosok tua yang menikmati pemandangan itu dengan segala rasa didalam hatinya.
Pertapa itu tetap diam ditempatnya, tak lama kedua kehidupan itu sadar bahwa ada orang yang sedang memperhatikannya, lalu ia menghampiri pertapa itu.
Pak tua, sedang apakah kau disini, ini adalah taman yang diciptakan oleh Yang Maha Ada bagi kami menjaganya
Pertapa itu berkata Sunguh maaf aku datang ditempat ini, karena ada suara daridalam hatiku yang memintaku untuk disini, aku mendengarNya pagi tadi aku dalam zikir, tetapi siang ini aku sudah ada didalam tempat ini.
Kedua nya mulai berkata
Oh tentu kau adalah pertapa yang telah dikatakanNya kemarin malam.
Sang pertapa mulai menjawab Aku tak tahu apa yang dikatakanNya tentang aku, tetapi banyak manusia menyebut aku seperti sesuatu yang tak berharga, bahkan kadang mereka melempariku dengan kotoran, tetapi banyak pula yang menanyai tentang rislah kehidupan yang aku sendiri belum berakhir untuk menulisnya
Kalau begitu kami mau bertanya kepadamu, karena kami memiliki pertanyaan yang kami tak dapat menjawabnya.
Si Adam mulai bertanya
Apakah yang harus dikerjakan oleh seorang pria didalam kehidupannya ?
Pertapa itu menjawab Aku tak dapat menjawabnya, tetapi bukankah engkau telah melakukannya didalam kehidupan ini ?, yang penting bukan apa yang kau tahu tetapi apa yang kau lakukan, pengetahuan akan apa yang kau lakukan tak penting, yang penting engkau melakukannya, karena apa yang kau lakukan dari pengetahuan tidak lah setulus apa yang kau lakukan tanpa kau mengetahui apa yang sedang kau lakukan.
Apakah yang harus kulakukan untuk mencintainya ?
Aku tak tahu jawabannya, tetapi pada saat cinta itu hadir dihatimu ia sendiri yang akan mengajarkanmu bagaimana mencintai, itu lebih penting daripada kau mengetahuinya dari tutur kataku yang tak berarti. atau kau mencoba memahaminya dengan alam pikirmu, Cinta akan memperkenalkan dan menjelaskan tentang cinta itu sendiri dan kau akan tahu apa yang harus kau lakukan untuk mencintai.
Dengan nada yang kurang puas Adam menjawab Tetapi bukankah engkau seorang pertapa ?, bukankah engkau bisa menjawab segala hal karena engkau tinggal bersama Yang Maha Ada.
Kita semua berasal dari Yang Maha Ada, dan dari antara kita ditentukanNya menurut pena yang digerakkanNya dalam kehidupan kita, aku tak akan pernah mengerti dan bisa menjawab jika Ia menulisku sebagai seorang raja yang hidup enak didalam sangkar yang disebut istana, tetapi Ia menulisku sebagai seorang pertapa, yang setiap kali harus tinggal dilembah kesengsaraan, untuk itu jika aku mengetahui segala hal tetapi aku tak memiliki kehidupan sepertimu, jadi bukankah aku tidak sesempurna seperti engkau kira.
Coba renungkan….apa yang terjadi jika aku menjadi engkau Adam dan engkau menjadi aku, seorang pertapa ? mungkin aku akan bergembira tetapi aku tak bisa merasakan segala hal Yang Maha Segala sediakan, dan mungkin kau akan bersedih karena Adam tidak dapat hidup dengan Hawa, tetapi kau bisa merasakan seperti aku mengetahui sedikit banyak tentang kehidupan, lalu jika aku sepertimu apa gunanya jika aku harus membuatmu bersedih, akankah aku duduk didalam penderitaan seseorang seperti engkau.
Adam mulai memahami apa yang dikatakan pertapa itu. Lalu
Si Hawa mulai bertanya
Duhai sang pertapa, bagaimana kah manusia harus lakukan dalam kehidupan cintanya ?
Si petapa menjawab Karena kemurniaan hatimu dan kau melakukannya bagi kemanusiaan, dan untuk pertanyaan itu aku harus menjawabnya dari apa yang diwahyukanNya kepadaku, dengarkan lah ini.
Ia memperbaiki duduknya dan mulai bertutur kata :
Cinta datang pada setiap manusia tanpa melihat apa yang melekat pada kulitnya , apa warna kulitnya dan apa yang ada dalam akhlaknya. Dan tak ada manusia yang dapat menolaknya atau menghalanginya dengan tembok besar dan kokoh.
Cinta pertama datang dan mengenang dalam diri setiap manusia , segalanya akan seperti lembah yang terbentang luas indah dan kicau burung yang terus bersuara tak kenal berhenti seperti sebuah lantunan melodi-melodi yang datang dari kerajaan surga dan semuanya terlukis indah dan tersimpan rapi dalam relung hati setiap manusia
Pada saat cinta datang seakan diri melupakan diri , diri melupakan dunia , diri mengelapkan pikiran dan logika , dan banyak yang terlupakan karena cinta. Manusia manapun dapat berubah menjadi Dante(1) atau Gibran(2) untuk dunianya, dirinya atau kekasihnya.
Tunjukan cinta dengan keteguhan & kekokohan sebuah pohon elk yang akarnya menghujam kuat kedasar , yang tumbuh di tengah lembah hijau yang luas , Tujukan cinta dengan kedalaman samudra yang luas membiru , Tujukan cinta seperti kesetiaan Yang Maha Segala kepada umatNya , Tunjukan cinta seperti pengertian akan cara berjalan …. bukan hanya tunjukan , berbuatlah dengan perbuatan.
Cinta bukan emas yang harus diburu oleh semua orang karena kilauannya karena ia akan datang sendiri dan mengetuk hati semua manusia dengan caranya sendiri , karena setiap orang sudah memiliki emas itu sejak dia dilahirkan kedunia.
Cinta tak memiliki mata yang memandanginya apakah dia kaya atau jelata , duduk diatas singasana atau duduk bersila.
Cinta seperti roti kehidupan yang berasal dari ladang gandum manusia yang dituai besama-sama , tapi manusia bukan hanya hidup dari roti.
Cinta bukan harta benda yang harus dimiliki dikuasai seperti perang yang merebutkan tanah jajahan tapi Cinta adalah burung yang terbang bebas kemanapun ia mau seperti kodratnya saat pertama dilahirkan.
Cinta bukan permata yang harus dimiliki Cintapun dapat dirasakan adanya tanpa sosok yang nyata, tanpa wujud yang tampak, hanya sekedar rasa yang ada didalam relung hati manusia. Tapi jangan lah kau seperti Pigmalion3 raja siprus yang terlarut dalam penciptaan cinta.
Cinta bukan hanya sebuah kata yang muncul dari setiap mulut manusia tapi perbuatan dan tindakan manusia kepada orang yang dicintai.
Cinta bukan dilihat dari berapa banyak materi yang dimiliki tapi dari keberadaan perasaan dan pikiran.
Cinta bukan sebuah buku hukum dan aturan yang mesyarati manusia seperti jual beli seorang pedagang dipasar.
Cinta tak dapat disembunyikan atau berpura-pura tak pernah ada. Karena malaikat Yang Maha Segala akan memberitakannya kepada dunia melalui nanyiannya yang merdu.
Cinta adalah sebuah karya terbesar Yang Maha Segala atas manusia , bukan sebuah kepalsuan yang lahir dari kebodohan , penyerahan kemerdekaan , penipuan , kebejatan & kerakusan , karena itu semua adalah penolakan manusia atas karya besar Nya.
Cinta dapat menjadi sebuah bunga mawar yang indah dalam hati manusia tapi juga dapat menjadi sebuah pedang yang tajam yang menyayat hati. Dan saat tajam pedang itu melukai hati segalanya akan seperti neraka dan kesunyian pekuburan.
Cinta yang murni adalah cinta Yang Maha Segala berikan kepada manusia , tak ada yang dapat menyamainya, dan setiap orang tak akan terlewatkan mendapatkan cinta NYA.
Jangan pernah menemukan arti cinta atau menemukan apakah cinta itu ada dalam diri manusia lain dengan logika , karena Yang Maha Segala akan mengirimkan malaikat-malaikatNya untuk membisikan dan bercerita tentang hal itu dalam hati manusia dengan caraNYA yang mistis.
Pabila cinta sudah berada didalam dua manusia , jagalah seperti engkau menjaga sebuah taman, rawatlah seperti kasih bunda kepada anaknya , dan waspada lah kepada setan dan iblis dalam diri manusia yang sesekali datang untuk mengoyahkan cinta itu dengan rayuannya , pada saat itu jangan lah dengar rayuannya tapi lihatlah dengan matamu sendiri dan percaya pada pikiran sendiri.
Sudahkah cukup apa yang aku katakan , si Hawa mengangguk , dan dia berkata lagi Masih adakah cinta yang seperti tuan sebutkan … beberapa saat kemudian pertapa tua itu mulai berkata lagi
Sayang… cinta seperti itu tak pernah aku jumpai lagi saat ini , karena iblis sudah mengubah dunia ini menjadi neraka bagi manusia dan manusia sendiri yang menolak karya besar Nya.
Wahai anakku jika hati dan tekatmu kuat carilah cinta karya besar Yang Maha Segala itu sampai kapan pun , jika tidak kau masih dapat temukan dengan mudah cinta itu dengan kepalsuan yang lahir dari kebodohan , penyerahan kemerdekaan , penipuan , kebejatan , kerakusan.
Aku akan menyerahkan nyawaku dan segalanya yang kumiliki untuk mempertarukannya, bahwa cinta seperti itu tak akan bertahan lama. Ceritakan apa yang aku katakan saat ini kepada anak cucumu agar mereka tak menjadi manusia yang bodoh , tak bebas , penipu , bejat dan rakus. Jika kau temukan sepuluh berikan kepada anak cucumu , jika tidak kau akan tetap dapat cinta yang datang dari Yang Maha Segala hadirkan kepada mu.
Si Hawa dan Adam mulai bergembira mendengar itu. Dan mereka mulai bertanya lagi
Tolong tuan jelaskan tentang prahara cinta …
Aku akan jelaskan tapi aku tak dapat banyak memberikan penjelasaan , karena itu akan membuka lagi luka dalam diriku.
Prahara cinta seperti api yang membakar taman yang baru di tanami atau siap dipetik , merusakan segala rencana yang sudah tersusun , menghanguskan segalanya yang ada , dan saat itu sepertinya lentera dalam hati manusia sudah mulai padam dan tak bersinar terang lagi. Yang Maha Segala sudah berkarya kepada semua orang , dan prahara cinta adalah kebodohan manusia menolaknya.
Prahara itu muncul karena mata dalam dirinya tak melihat kebodohan yang telah dibuatnya. Dan apabila prahara itu datang itu karena kita belum menemukan cinta yang berasal dari karya besar Nya.
Cinta dapat menjadi bunga atau pedang dalam diri manusia , pada saat dia menjadi pedang dan melukai hati manusia maka manusia hanya dapat menutup luka itu dengan obat pengertian yang diambilnya dari sari-sari dan darah makna luka itu . Dan istirahatlah untuk merenung dan belajar untuk tidak terluka lagi karena pedang itu.
Jangan lah engkau menjadi Sappho(4) yang hidup dizaman ini. Berdiri dan bangkitlah pabila pedang itu sudah mematahkan semangat , bangunlah sebuah taman lagi dalam dirimu , ciptakan kesejukan lagi dalam dirimu.Janganlah kau seperti Venus(5) yang kehilangan Adonis(6) , yang tetes air matanya berubah menjadi bunga Anemon dan tetes darah Adonis menjadi bunga mawar
Pabila tak ada taman yang dapat serupa dengan firdausmu yang dulu , ciptakan sebuah taman firdaus lagi dalam dirimu.
Pabila pedang sudah tak menyisakan satupun , Bersihkan diri dan satukanlah jiwa dan raga dalam kehidupan dunia kepada Yang Maha Segala, karena Yang Maha Segala akan memberikan cintaNya dalam sebuah taman firsaus yang penuh ketenangan.
Lalu kita akan menjadi teman dalam tempat pertapaan.
Wahai dinda yang cantik … itulah jawaban yang aku sampaikan tentang prahara cinta , pabila manusia sudah tersadar terhadap kata-kataku tadi maka dia akan meninggalkanku sambil menundukan kepala. Karena apa yang kukatakan sudah jarang terlihat dari dunia ini tapi tetap ada dan abadi.
Setelah selesai berbicara sang pertapa melangkah meninggalkan tempat itu. Dalam hatinya ada semangat yang sekarang bercampur dengan rasa lain, rasa lain yang tersimpan baginya saja, ia terus berjalan dan berjalan, sampai ia melalui jalan yang dinaungi gelap malam dan akhirnya ia menghilang ditelah kegelapan malam. Tak seberapa lama aku sadar terbangun dari mimpi, aku pernah bermimpi hal yang sama bertahun-tahun lalu setiap kata dan ucapannya sama, aku tak lupa semua yang dikatakannya, saat aku bangun gambaran wajah tua itu sudah kulupakan tetapi tiap kata dalam ceritanya tak pernah aku lupakan.
Markus A Prabowo
21 November, 2003, 10:57:49 PM
(Tulisan ini ditulis ulang dalam versi yang lain, yang bait-bait pencerahaanya diambil dari judul CERITA SEORANG TUA TENTANG CINTA, karya Markus A.Prabowo, yang ditulis 5 January 1999)
1.Dante Alighieri : penyair ternama italia , filsuf lahir tahun 1265 meninggal tahun 1321. Usia sembilan tahun bertemu beatrice kekasihnya yang terus menjadi inspirasi hidupnya.
2. Gibran : penyair, pelukis, filsuf berdarah lebanon yang lahir tanggal 6 januari 1883 di bsherri, yang menulis buku Sayap-sayap Patah (Al-Ajnihah al-mutakassirah) yang melukiskan sebuah takdir yang mematahkan sayap-sayap cintanya. Kasihnya yang tak sampai kepada gadis prancis (Mary Elizabeth Haskel) , gadis lebanon (Hala Daher) yang menikah kepada pendeta demi keamanan dan pengarang wanita mesir (May Zaidah) yang tak pernah dilihatnya sampai meninggalnya pada 10 April 1931.
3.Pigmalion : Raja Siprus dalam mitologi yunani seorang pemahat terkenal yang memahat sebuah patung wanita yang kemudian diberinama galatea , akhirnnya ia jatuh cinta pada galatea , maka ia memohon kepada dewi Venus untuk membuat galatea hidup.
4.Sappho : penyair wanita yunani lahir sekitar 600 sm sekaligus dongeng yang muncul karena kematiaanya loncat dari bukit karang Leucadian yang sekarang dikenal dengan loncatan sappho , konon sappho meloncat dari bukit itu karena cintanya kepada seorang pelaut bernama phaon tidak kesampaian.
5.Venus : dewi cinta , kecantikan dan perjodohan dalam mitologi yunani, menurut beberapa sumber ia anak jupiter/zeus dan dione,venus yang berparas cantik dan tinggi hati membuat banyak dewa dan manusia jatuh cinta , tinggi hatinya membuatnya dihukum dengan mengawini vulkunus (dewa pandai besi) yang tak beruntung dan cacat. Kekasih pertama venus adalah Mars dewa perang ,lalu Adonis.
6.Adonis : Seorang pemburu berani dalam metologi yunani ,terus berburu hingga kematiannya oleh babi liar , adonis lambang musim semi atau mitos matahari yang hidupnya singkat karena dibunuh oleh babi liar (kegelapan) dan ditangisi dengan nafsu oleh hari pagi dan senja (venus) yang menolak hidup sendiri tanpa Adonis.


Similar/Related Posts