Archive for September, 2006
international
By. marcus . September 29th, 2006 at 7:12 pm
Dalam satu kesempatan yang langka saya diajak ngobrol-ngobrol dengan seorang sahabat saya di rumahnya, hari itu sudah benar-benar malam, ombrolan kita saat itu benar-benar sudah melantur kemana-mana, tetapi saat itu pula pertama kali bagi saya mendengarkan teory paling aneh yang pernah saya dengar sepanjang saya hidup jadi “MANUSIA”.
Kenapa koq saya mengakui saya manusia, karena saya yakin sepenuh jiwa dan raga, kalau Tuhan menjadikan saya manusia…dan syukur-syukur sahabat saya yang juga manusia mengakui saya manusia yang punya hati,otak,dan nyawa….yah sebab hari gini banyak orang ngaku manusia tetapi kapasitas proses otaknya hanya digunakan 10% sedang sisanya tak pernah dipakai…susah kan…so sering kali kita bisa menemukan manusia dengan keterlambatan kedewasaan.
Ok kita bahasa saja what is monkey teory tadi, sebab bicara kedewasaan nanti saja saya bahas dalam tulisan yang lain…
Ok…menarik loh dengar teory teman saya itu, tentu saja ia benar-benar Read More
marketing
By. marcus . September 29th, 2006 at 7:04 pm

Dalam sebuah kesempatan yang sangat langka saya sempat kan diri untuk ngobrol dengan seorang teman, obrolan yang semula begitu sederhana menjadi sangat serius dan seru, karena saya tiba-tiba menjadi kepo alias ingin tahu…kenapa ia masih saja sendiri, sebab bagi saya tidak mungkin seorang wanita secantik dan semenarik dia masih saja single… dan memang nyatanya ia single,, seperti penuturannya, saya tahu bahwa banyak pria yang mendekatinya tetapi nampaknya semuanya ia anggap sepi…atau tidak sesuai kriteria.
Padahal kalau saya pikir dengan kecantikannya, ia bisa saja memilih siapa saja yang diinginkannya apa lagi antrian yang panjang selalu berada dibelakangnya…ia tak sulit mencari kan wong semuanya sudah siap mengantri…heheh :D
Wah koq saya jadi bicara antrian …tentu saya bukan sedaang bicara antrian antri jatah beras…tetapi antri untuk mendapatkan seorang gadis cantik…hehe,…karena urusan antri mengantri ini, pikiran nakal saya koq jadi melantur…”wah saya dapat nomor Read More
handbook
By. marcus . September 29th, 2006 at 7:01 pm

Kubuka mata
Dalam jerit
Lantang
Dan ku lihat
PintuMu
Kau buka
September 26, 2006
Read Morecontent
jobs
By. marcus . September 29th, 2006 at 6:57 pm
Dalam derit pintu
kututup
Terpisah dari luar
Keluar dari rakus jiwa
Keluar dari penat
Ku langkah kaki
Melampaui kali
MenyapaMu
Dalam diam
Kusatu dalam penyaliban
Cucur darah
Keringat mengalir
Jauh dari nyata
Kehendak
Dan dalam gelap
Cahaya lilin-lilin
Dibawah kubah
Lembab
Hanya Kayu
bangku kosong
jadi saksi
Hanya tasbih
Peluh menetes
Dalam lutut yang berat
Sangkal nyawa
Tinggal mati
Dalam gurat
Sayat yang menganga
Kusatu dalam penyaliban
September 26, 2006
Read Moreinternational
By. marcus . September 29th, 2006 at 6:52 pm
Categories : Uncategorized .
0 Comments »
Sorry, you do not have sufficient privileges to view this post (this is private post).
Please register and login.
Read More
marketing
By. marcus . September 26th, 2006 at 4:15 am

Pilihlah cinta. Ya cinta ! tanpa manisnya cinta hidup ini adalah beban. Tentu engkau telah merasakannya (Jalalu’ddin Rumi). Saat mentari sudah mulai malu-malu dan mahal untuk mengeluarkan sinarnya, aku pun ikut dalam kenyamanan pembaringanku sambil berhayal dan ditemani tumpukan coretan dan bualan banyak penyair. Dan aku pun mulai tertidur saat mentari sudah tak lagi malu-malu untuk bersinar, saat itu aku bermimpi …..
Aku melihat pertapa tua yang sudah lebih tujuh tahun tak pernah lagi muncul dalam mimpiku, pertapa tua itu bersemangat untuk pergi kesebuah hutan karena ia mendengar sebuah bisikan halus didalam hatinya dikala zikir, dan setibanya disana ia tak langsung duduk dibawah pohon untuk berteduh. Lelah tak bisa membunuh semangatnya, bahkan keringat tak bisa meracuni kehidupannya. Ia mulai menjelajahi hutan yang nan lebat itu, sepertinya ia telah tahu apa yang ada dihutan itu, sesungguhnya hutan itu nampak seperti sebuah taman karena sesuatu yang Ilahi telah menata
Read More
handbook
By. marcus . September 25th, 2006 at 1:21 am

“Ku sapa Engkau malam ini”
Dengan lutut berteluh
Lidah ku mengaku
“Ku sapa Engkau malam ini”
Tak sampai sewindu
Semenitpun tidak
Angin menjerat sekujur Tubuh
Keagungan dari Kalbu
Menyapa relung kosongku
“Ku sapa Engkau malam ini,
Ku satu kan diri mencapai CintaMu”
Dengan kain kabung
Rona merah darah
Dalam dada
“Ku sapa Engkau malam ini,
Ku satu kan diri mengapai CintaMu”
Tak sampai sesaat
Seharipun tidak
Angin membunuhku
kuburku Dibalik
Batu
“Ku sapa Engkau malam ini,
Korbankan diri mencapai AgungMu”
Dengan derai air mata
Sayat yang mengangga
Dalam jiwa
“Ku sapa Engkau malam ini,
Korbankan diri mencapai RidhoMu”
Tak sampai seketika
Semalampun enggan
Angin menengelamkan aku
Kemuliaan CintaMu
Mencumbui duka laraku
Jumat, 22 September 2006
Read Morecontent
jobs
By. marcus . September 23rd, 2006 at 3:42 am