Never settle for being second when you know you deserve to be first, letting go isn\'t a sign of weakness, it\'s a sign you\'re strong enough to move on...


7:13 am, September 1, 2010
Pages
Recent Posts
Most Popular Posts
Last Blackberry Note
Categories
Recent Comments
Login




Register | Lost your password?
New eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

eBook : Kayurie

Kayurie : kumpulan cerpen & puisi, free reading online

Kayurie - view online


Nyaman : “Yang penting Gue Senang”
By. marcus . February 5th, 2006 at 6:28 pm
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Nyaman : “Yang penting Gue Senang”

    Kebanyakan hidup kita mencari sebuah tujuan yaitu kenyamanan, tak ada orang yang ingin mencari kesusahan, selalu ingin nyaman…itu hal yang lumrah, tetapi menjadi tak lumrah jika kenyamanan itu selalu dipenuhi dengan kepentingan diri sendiri.
    Seorang pengusaha ingin jadi menteri atau menjadi dewan perwakilan rakyat hanya untuk memperoleh kenyamanan disebut orang berkedudukan, tetapi kadang mereka lupa siapa yang memberi kedudukan itu…apa benar mereka memikirkan kenyamanan rakyat, bukankah begitulah seharusnya dia diangkat…memperjuangkan kepentingan rakyat.
    Seorang gadis, ingin selalu dirinya diperhatikan, didengar, dianggap benar, ia ingin selalu nyaman menjadi gadis yang selalu diperhatikan, didengar, dihormati, dicintai…tak perduli apa dia sudah berlaku sama kepada kekasihnya, tak perduli semua keinginannya dipenuhi oleh egoisme atau tidak, mungkin saja selama itu ia tak sadar kalau ia telah berlaku egois…yang penting gue nyaman, tanpa sadar saat keegoisannya coba dikoreksi atau diperbaiki oleh orang-orang yang mengasihinya…ia berkata “semua tidak mengerti aku, semua tidak mencintai aku”.
    Benar tiap diri kita mencari satu posisi nyaman dalam hidup.
    Entah nyaman dihargai orang…
    Entah nyaman menjadi orang kaya…
    Entah nyaman menjadi orang terkenal…
    Entah nyaman disanjung orang…
    Dan seribu satu macam entah…entah yang lain…
    Saat kenyamanan kita disentuh…mereka siap dengan benteng, siap dengan pelindung yang menjaga kedudukannya mereka tak segan berkata “dont make me kill u”.
    Yah tanpa sadar kita selalu berada diwilayah nyaman yang kita bikin sendiri, karena nyamannya kita tak pernah berfikir…
    Apa kita cukup egois untuk menjadi nyaman.
    Apa kita cukup merugikan orang lain.
    Atau sekali lagi kita berkata “pokoknya gue suka loe mau susah..mau mati itu urusan loe…”
    Apa kita cukup nyaman dengan keberadaan kita? Apa dengan kenyamanan itu kita cukup tuli tidak mendenagar koreksi? Atau kita cukup buta tidak melihat orang lain telah dirugikan oleh sikap kita yang ingin mencari nyaman untuk diri sendiri…apa benar kita sudah punya mental “yang penting gue senang…”.???
    Saya tak mengajak anda berubah…saya mengajak anda melihat diri.
    Semoga Allah, Tuhan, Pencipta anda dan saya yang bisa menilai apa pantas kita jadi manusia yang seperti itu.

  • Share/Bookmark

Leave a Comment

Top Commentators
Twitter Updates
    News
    • 11:04 pm, September 8, 2010
      Terselip khilaf dalam candaku,Tergores luka dalam tawaku,Terbelit pilu dalam tingkahku,Tersinggung rasa dalam bicaraku. Hari kemenangan telah tiba,Semoga diampuni salah dan dosa. Mari bersama bersihkan diri,sucikan hati di hari Fitri. Dengan segenap hati saya pribadi, berikut staf dan staf redaksi lepas (markus ap photography, manifesto publishing, markus manifesto) mengucapkan hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir batin
      From: Marcus

    • 8:04 pm, September 8, 2010
      Sorry for this inconvenience, we close our website for temporary, now our website is currently under maintenance, and for security reason we currently upgrading the system! Thank You
      From: Marcus

    Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.