Malu Dengan Anjing
Tiap tahun, tiap hari ulang tahun, tiap kita sembuh dari sakit, atau kita mengalami masa sulit kadang kita punya keinginan, kita ingin berubah dari sesuatu yang salah dalam hidup kita, kita berkomitmen untuk jadi manusia yang berubah , menjadi manusia yang lebih baik….tapi nyatanya seberapa besar kita sadar dan berubah?
Malam ini, saya sedang meng sms seorang teman dan saya bertanya lagi apa dia, dia menjawab kalau dia sedang bermain dengan anjing kesayangannya…lalu
Aku berkata
“Senang sekali ya bermain dengan anjing” (karena aku ngak suka dengan anjing), dia menjawab
“Sebab jinak sih” itu katanya lalu aku berkata lagi
“Emang dulu suka gigit kalau sekarang jinak” teman saya itu menjawab
“Iya malah dulu sudah sempat gigit mukaku” karena ceritanya itu lalu saya berkata dengan pendapat yang agak sadis karena saya bukan pecinta hewan.
“Kalau gw liat gitu udah gw buang tuh anjing” kataku..
Teman saya memberi respon yang sangat mengherankan
“Emang aku dah pernah ngasi anjing itu ketetangga, tetapi anjing itu lari pulang dan sejak itu ia jadi jinak”.
Lalu saya menjawab “Bagus tuh jadi sebuah bahan tulisan…”
Teman saya lalu membalas lagi “Ia sih, kadang aja kalau dia kayak mau gigit baru kita gak ganggu dia. Dia jadi rasa bersalah, jadi abis itu langsung jilat2 tangan kita”
Aku terkagum dengan cerita itu, bagaimana dengan kita? Manusia…
Manusia seharusnya lebih dari anjing…anjing seperti itu bikin salah, ia dibuang tuannya (dihukum, dikoreksi), tetapi ia lari pulang, ia sadar dan sejak itu ia berubah dan jadi jinak…luar biasa buat seekor anjing…bagaimana dengan manusia?
Kita sering kali tau (atau mungkin sadar) dengan sendirinya tanpa dikoreksi orang lain kalau sikap kita, kelakuaan kita, omongan kita, perbuatan kita, merugikan orang lain dan diri sendiri, tetapi seberapa sering kita sadar lalu berubah…
Seberapa sering kita masih saja mengulang kesalahan yang itu-itu saja…tidak pernah kita sadar mengakui kalau kita salah.
Bukankah kita lebih baik dari anjing?
Kita manusia yang berbudi, katanya sih berbudi…berotak…kita dengan embel-embel sekolah tinggi, SH, Drs,Ir, kedudukan tinggi, anak orang kaya, anak orang gede…tetapi kalau kita sudah dibukakan (dikoreksi), ditunjukan kalau kita salah, kalau kita punya sikap yang kurang baik tetapi ngak sadar dan ngak berubah…i think kita musti malu dengan seekor anjing…yah anjing saja bisa jadi jinak…bagaimana dengan kita?
05/02/2006 21:15


