Cinta Cukup Membuat Gila
Beberapa tahun lalu kita masih segar ingat tentang judul sebuah film “ada apa dengan cinta”. Aku malah berlirih dalam hati kenapa ngak diberi judul “cinta cukup membuat gila”.
Apa ngak gila jika karena cinta seseorang bisa bertingkah memalukan didepan umum seperti dalam acara sebuah TV “katakan cinta”, ok..ok itukan acara TV yang mungkin saja hanya main-main.
Tapi menurutku cinta lebih gila dari sekedar begitu…cinta entah itu rasanya yang manis atau pahit, cinta selalu membuat gila.
Buktinya kenapa harus akhir dari kisah romeo dan juliet karya shakespeare harus diakhiri dengan kematiaan…cukup gila kan…dan sangat tidak rasional. Shakespeare harus mengambarkan bahwa cinta sunguh berharga dengan sebuah nyawa….
Bagiku itu “BULLSHIT”.
Sudah sekali lagi lupakan kisah itu, dan lagi itu kan hanya sebuah cerita.
Back to realitas…kembali kepada dunia nyata…bagaimana dengan sebuah kisah (kisah nyata).
Seorang wanita (katakan saja ia wanita), yang ditinggal kekasihnya, dan ia ditinggal kekasihnya setelah 3 tahun pacaran..dalam keluhannya si “wanita” selalu berkata.
“Apakah 3 tahun tidak berarti baginya” bla..bla..bla..bla.
Atau
“Aku harus bersikap seolah aku baik-baik saja, aku tahu ceweknya ada didekatnya” bla..bla..bla..bla
Lalu dia berceloteh lagi
“Aku tidak akan mau memulai hubungan lagi…aku akan sibuk dengan kerja..kerja..dan kerja”.
I think ini lebih realistis dibanding kisah shakespeare atau acara TV yang aku sebut tadi…bagiku cinta sudah membuatnya cukup gila dan sinting….kenapa ngak sinting.
Kenapa ngak diakui saja bahwa cinta sudah membuatnya menderita.
Karena penderitaan itu kita masuk kedalam sebuah “kebohongan” “tipu daya- tipu daya” yang lain, yang menyebut diri “aku tidak apa-apa” sejujurnya kebenaraan ada didalam hati kita sendiri dan hanya kita dan Tuhan yang tahu kebenaran itu, nyatanya kita lebih suka tampil “yes im ok”….nyatanya cinta sudah membuat kita “SAKIT” cinta sudah membuat “kita cukup gila”.
Kenapa tidak diakui saja kebenaraan itu dan berkata dalam hati…
“Yes, i need help”
“Yes im broken”
Kenapa harus membuat diri lebih susah…aku rasa cukup realistis jika kita bangkit sambil berkata “Oh Son Of Bxxx, dia ngak tau diuntung 3 tahun tak berharga baginya…Emang gue ngak bisa cari lagi…” Cukup realistis kan….
Yah benar kan kalau cinta sudah cukup membuat gila…selamat jika anda tidak jadi gila.



Similar/Related Posts