Where is our Soulmate?
Mungkin ini pertanyaan menarik yang ditanyakan banyak orang…ah anda jangan berfikir kalau saya sedang menemukan soulmate saya atau something like that…mungkin anda bingung dijaman seperti ini masih ada yang percaya soulmate…saya percaya hal itu, walau saya tidak mematok diri saya harus menemukan seseorang yang sempurna…dan itu soulmate saya..karena saya percaya there no body perfect. Kehidupan dan gaya hidup saya memang saya jalani seperti kebanyakan orang, tetapi ada bagian dari hidup saya dimana saya masih percaya pada kekuatan Ilahi, pada soulmate, pada kebaikan, cinta dan hal-hal yang oleh banyak orang sudah kuno atau dianggap bullshit.
Tulisan ini sebenernya saya tulis karena seorang teman dalam emailnya kepada saya memberikan satu definisi tentang soulmate yang bagi saya menarik dan bagi saya, saya setuju dengan definisinya…dia menulis…:
definition soulmate bagi gw tuh some1 who really understand us, but we don’t have to be bound.
Saya menangkap maksud bound disana, artinya dibelengu atau diperbudak…saya setuju bahwa hubungan pacaran atau menikah itu ada ikatan…tetapi bukan ikatan dalam artian yang satu memperbudak yang lain, tetapi ikatan dimana saling menghargai dan mengerti (menerima), ada ikatan cinta yang tulus.
Yah sering kita berfikir bahwa soulmate itu…sesuatu yang dangkal…
1.He/She must be rich
2.He/She must be cute or good looking
3.He/She must be kind (gantleman)
4.He/She must have nice car Masserati or Jag maybe..
5.He/She must have nice house or apartement in good & high class place..
Dan banyak lagi definisi lainnya…sejujurnya bagi saya jika seseorang sedang mencari pasangannya dan ia berfikir dengan pemikiran seperti itu, maka ia sebenarnya seperti memilih sebuah stereo set dan kita harus memilih dimana semua nya harus bagus dan ok, suaranya ok, ada mp3nya, cd deck nya ada lima, ada DVD nya, ada subwoffernya suaranya support stereo dan DTS…dan lain sebagainya.
Hey weakups he/she is not thing.
Satu hal yang saya percaya “there no body perfect”. (Only God is perfect), pasti tiap orang ada kurangnya…
Saya juga tidak berfikir dan berkata…”hey temukan orang yang biasa-biasa”…no..no, definisi diatas pun bisa ditemukan dalam seorang soulmate kita.
Tetapi menurut saya sebuah bencana sekali kalau kita rupanya menemukan orang-orang yang “OK” diluarnya semua kriteria diatas masuk ada dalam orang itu, dan kita anggap soulmate…rupanya dalam perjalanan hubungan itu your life komplit tersiksa, tidak happy…tidak bisa mengecap sesuatu yang positif…tidak ada kebahagiaan.
Bahakan kita tidak bisa menemukan level tertentu dalam kedewasaan dalam dirinya…
Sebuah hubungan memang pasti ada naik dan turunnya, itu wajar…sebuah hubungan ada konflik, itu sehat…tetapi jika itu membuat satu sama lain belajar menerima, dan belajar untuk membuat hubungan itu lebih berharga, lebih indah, dengan upaya untuk membuat hubungan itu semakin GREAT…, bukan berdiri pada egoisme, dan saling melukai, memperbudak,… ia berada pada proses yang baik…bagi saya mereka telah menemukan soulmatenya. Pada saat tertentu dalam berjalanan hidup keduanya bisa merasa puas dan menerima.
Rudi : “Ah aku mencintainya…everything in her is perfect”.
Susi : “ Ah…he is great man…everything in him is great”.
Walau sifat keduanya, atau ada bagian dari keduanya yang bisa dibilang not complate…tetapi keduanya merasa lengkap…I think that is soulmate…yah liat saja arti dari mate…mate its mean…pasangan…pelengkap. Kalau pelengkap,artinya satu sama lain ada yang kurang dan dipenuhi oleh yang lain.
Skrup tak akan bisa berguna tanpa baut, dan juga tak akan berguna jika ukurannya berbeda…keduanya harus pas.
Bagaimana proses “pas” itu bisa terjadi…Belajar…dengan kerelaan, kebebasan, bukan dengan keterpaksaan untuk keduanya belajar…,belajar mengerti,memahami,mengenal, menerima…pada level akhirnya, mau menjalani kehidupan dalam kondisi apapun dengan menghargai,mencintai dengan tulus.
Tetapi kalau selalu anda hidup dengan semua yang indah diluar tetapi nyatanya hubungan itu tidak ada pada track yang positif…satu sama lain tidak belajar, tidak mengerti memahami, dan mengenal, bahkan menerima…satu sama lain saling melukai, saling memperbudak…so for what kalau kita dapatkan semua yang ‘OK’ tetapi hidup kita seperti neraka?…
SO WHAT GITU LOH??? Oh God THAT IS HELL.
I guest hubungan itu sebuah panggung sandiwara yang lebih mirip film dalam sinetron televisi….indah dalam cerita tetapi sesunguhnya itu hanya ada dalam sekenario TV..rekaan manusia.
I told you money is not make you happy…sementara saja iya…but its not make you happy…
I told you car can be stolen..apakah kalau mobil keren itu hilang anda masih mencintainya?…
I told you house can be burn in fire…
I told you beauty can be lost.
I told you someone you care and you loves and she/he so understand you and you understand her/she…that make you happy… ….apapun keadaan kalian berdua keduanya tetap berada dalam hubungan itu, keduanya bisa merasa puas, pas, lengkap…itu soulmate mu.
So ngak salah apa yang dikatakan teman saya…soulmate bagi gw tuh some1 who really understand us
Teman saya tidak mengunakan kata “YOU” OR “ME” ia mengunakan kata “US” bukan “me” or “he”, but “US”, keduanya saling mengerti,memahami,menerima dll.
Bertahun-tahun saya sudah meninggalkan istilah “Jodoh” (dalam artian hanya satu saja didunia), bagiku Jodoh adalah orang yang bisa mengerti,memahami,mengenal, menerima saya, dan juga saya mengerti,memahami,mengenal, menerima dia, there is “US” not me or she, akhrinya keduanya mau menjalani kehidupan dalam kondisi apapun dengan menghargai,mencintai dengan tulus.…bagi saya itu soulmate.
Saya rasa masih banyak yang seperti itu.. you can find it…memang perlu waktu. Tetapi pasti ada.
Maybe u say…aku sudah 34 tahun…ga ada waktu lagi…don’t say that…do you want get burn because u choose wrong person….i guest not.
Yah setiap orang boleh memiliki pendapat… saya mengecap satu hal positif dari apa yang teman saya katakan.
21 September 2005


