podcast
Pages
Recent Article
Most Popular Posts
Categories
Recent Comments
Login

New eBook : Sajak Didalam Toilet

Sajak Didalam Toilet - view online

about
Ini Kah Cinta ?
By. marcus . September 19th, 2005 at 12:28 am
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Ini Kah Cinta ?

“Dia cantik dan luwes dengan kulit yang halus sewarna roti dan mata laksana buah badam hijau, dan dia memiliki rambut hitam lurus yang tergerai di bahu dan aura keunikan yang hanya dimiliki oleh orang-orang indonesia sebagaimana orang Andea…”
Sleeping Beauty and Airplane – Gabriel Garcia Marquez

Saat aku ingin memulai celotehanku ini, aku teringat tulisan Gabriel Garcia Marquez, tentang gimana si penulis menceritakan kekaguman seorang pria saat ia bertemu dengan seorang wanita disebuah pesawat, dari situ aku sedikit mendapat gambaran yang menarik sebagai pembuka dalam celotehanku.
Yah cinta selalu menjadi satu hal yang menarik bagiku untuk dikomentari, dipuji, dikecam… menarik walau aku tak dapat menjelaskannya secara gamblang, bahkan aku tak dapat merumuskannya dengan persamaan-persamaan. Karena cinta bukan ilmu pasti.

Saat aku membaca tulisan Gabriel, aku bertanya dalam hati apakah itu cinta?, atau saat aku mendengarkan lyric-lyric lagu aku bertanya apakah ini cinta ? yah kadang cinta selalu menjadi pertanyaanku…ia selalu diakhiri dengan tanda tanya.
Jika seorang tokoh besar dalam kisah Alkitab atau Al-Quran tentang raja salomo (sulaiman), yang memiliki istri 300, dan gundik 700, aku rasa ia bukan gambaran playboy atau orang yang maniak dengan sex, karena sesunggunya hingga akhirnya ia pun mempertanyakan “apakah cinta itu”.

Maka :
Apakah cinta sebuah perasaan-perasaan yang ada didalam hati? Hingga kita lupa makan, lupa mandi, lupa diri…bahkan jadi gila karena perasaan itu menutupi akal budi kita.
Apakah cinta sebuah kepikiran-kepikiran akan wajahnya setiap hari? Hingga kerjaan berantakan hidup menjadi morat-marit, bahkan saat menyetir mobil kita bisa tidak melihat rambu-rambu. Inikah cinta?
Atau saat pria menganggumi seorang wanita dari kecantikan dan keelokan difisik luarnya, seperti kisah Sleeping Beauty and airplane…ia pun dapat mengimajinasikannya dengan cara yang lebih fulgar dan berasumsi itulah cinta.
Kadang kita lupa akan sesuatu yang didalam hati lebih penting, tetapi ada yang berfikir pula keduanya penting…entah fisik atau hati.
Tetapi saat keelokan fisik membuat kita hanya berfikir bahwa ia hanyalah obyek bagi kepuasaan diri kita sendiri. Inikah cinta?

Atau inikah cinta saat wanita bisa disentuh hatinya tetapi hanya untuk dimanipulasi? Tentu wanita menyukai seorang pria yang sweet talking, nice and humble.., dan pria menyukai wanita yang lebut, baik hati dan banyak lagi, but apakah itu cinta saat kita mengunakan semua itu untuk kepentingan diri sendiri?
Atau inikah cinta saat kita tak bisa mempercayai pasangan kita selalu mencurigainya, selalu menganggapnya berselingkuh?
Atau inikah cinta saat kita memanipulasi dirinya, meletakan begitu banyak beban agar ia tunduk dalam “perbudakan” diri kita yang egois?

Bukankah ini lebih baik…yah aku tak dapat mengambarkan lebih banyak tentang cinta, mungkin pengertian ku ini dangkal sekali..tetapi yang sedikit ku tau bahwa bagi ku cinta, adalah saat aku tidak lagi bisa memikirkan diri ku sendiri dan bukan hanya kepentingan ku sendiri yang aku utamakan tetapi terlebih dahulu kepentingan orang yang aku cintai, yah aku hanya berfikir semua bagi kebahagiaanya, yah saat kita menganggumi bahkan menerima bukan hanya kecantikan, kepandaiaan, ke elokan, tetapi juga sifat egosinya, sifat buruknya, semua hal baik dan buruk yang ada didalam dirinya…bukankah ini sesuatu yang lebih tulus.
Yah semakin hari aku berfikir untuk tidak berusaha melukai hati orang yang aku sayangi, tidak berusaha meletakan beban didalam hidupnya, mungkin seketika kita berjanji kedalam diri kita sendiri dan kepadaNya, “Aku mau membahagiakannya…hanya ia, aku mau melakukan apapun yang ia mau aku lakukan”, karena kita berfikir cinta itu sebuah ibadah, sebuah perjalanan, juga sebuah pelajaran untuk memberikan yang terbaik bagi orang lain…orang yang kita cintai.
Bukankah ini cinta kalau kita tak pernah berharap sebuah imbal balik yang kita tahu, kita harapkan, yang ada dalam diri kita adalah kita ingin berbuat sesuatu yang terbaik, sekalipun imbalan yang kita terima tidak lah sebaik dan semanis pengharapan kita, yah bukankah cinta selalu sebuah pengorbanan sama seperti saat seorang berani mati bagi orang-orang yang ia cintai.
Bukankah benar bahwa cinta tidak mementingkan diri sendiri? Ia tidak egois. Ia tak pernah mengutamakan diri sendiri.
Yah sebagian besar dari kita berfikir mencintai adalah sebuah hal yang indah, benar semua itu indah, tetapi berani mencintai adalah berani untuk menikmati kematian diri sendiri, berani tidak menerima sesuatu yang manis yang kita harapkan.

9/17/2005 2:16 PM

Similar/Related Posts

One Response to “Ini Kah Cinta ?”

Loe mah selalu ok kalau ngomongin cinta…dalem dalem banget.

Leave a Comment

 

handbook
service
YAHOO PINGBOX
eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

Donation
STOP SOPA & PIPA
Twitter Updates
Stop SOPA marketing