Giving The Best
Pernah ngak kita mengambil waktu, merenungkan diri sejenak, berkaca dan merenungkan diri sejenak ke seluruh kehidupan kita…apakah sepanjang hidup kita kita lebih banyak menuntut dan berharap orang lain melakukan sesuatu untuk kita, apakah kita selalu berfikir semua orang untuk melakukan yang terbaik buat kita.
Kita berfikir dan berharap bisa menyukakan egoisme kita dengan tuntutan-tuntutan agar orang lain berbuat untuk kita.
Pernah kah kita sejenak mengambil waktu dan berfikir, “aku mau memberikan yang terbaik bagi orang lain”.
Apapun kita usahakan untuk memberikan sesuatu yang terbaik, bukan meminta atau berharap orang melakukan sesuatu untuk kita.
Whatever its takes…yah sekalipun apa yang kita lakukan tak mendatangkan keuntungan apa-apa, mungkin malah kita tak memperoleh yang manis.
Jika kita memberi, maka kita akan diberi, jika kita terus memberi maka kita akan diberi. Hukum kehidupan yang begitu mudah kadang kita lupakan, kita sisihkan, karena kita berharap dan menuntut agar orang lain memberi kepada kita.
Kenapa kita tidak memulai untuk memberi, memberi yang terbaik.
Mungkin kita bisa memulai dengan berdoa, mengharapkan dan memintakan sesuatu yang baik bagi orang-orang yang ada disekitar kita, kita bisa memohonkan suatu rahmat dan kebaikan bagi orang-orang yang kita cintai…tanpa henti kita memberi walau sekalipun yang ada dihadapan kita sesuatu yang nampaknya tidak manis, atau tak pernah akan manis.
Yang aku percaya, hidup begitu adil, saat kita memberi, kita akan diberi, hidup begitu adil saat mata sang pencipta melihat kedalam hati dan tangan orang yang mengusahakan kebaikan bagi orang lain.
Pemberian yang terbaik adalah saat kita memberi yang terbaik dan kita menerima tamparan pada pipi kita sebelah kanan dan kita memberikan pipi kita sebelah kiri juga kepada orang yang menampar pipi kita.
9/19/2005



Similar/Related Posts