Don Corleone said I m gonna make him an offer he cant refuse


12:07 am, June 24, 2010
Pages
Recent Posts
Most Popular Posts
Last Blackberry Note
Categories
Recent Comments
Login




Register | Lost your password?
New eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

eBook : Kayurie

Kayurie : kumpulan cerpen & puisi, free reading online

Kayurie - view online


But let your words be simply, Yes or No (2)
By. marcus . August 22nd, 2005 at 9:15 pm
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

But let your words be simply, Yes or No (2)

            Baru saja saya mengarang sebuah cerita dalam benak saya , begini ceritanya :, suatu hari ada seorang anak muda yang pergi ke sebuah kilinik untuk mencekkan dirinya dari sakit penyakit, dokter pada klinik itu kenal benar keluarganya, setelah melalui proses cekups yang panjang, seminggu kemudian hasilnya muncul, seperti biasa hasil pemeriksaan oleh dokter klinik itu diberikan kepada keluarganya.
            Hasil dari pemeriksaan itu sungguh membingungkan keluarga itu, bahwa si anak muda tadi, anak dari keluarga mereka terkena kanker otak stadium 3, ayah dan ibu nya tidak percaya akan pemeriksaan itu, ia melihat anaknya anak muda yang periang dan energic, jarang sakit, ia juga seorang yang taat beribadah kenapa tiba-tiba mengalami sakit yang parah, ayahnya seakan tidak menerima semua itu, mereka di hadapkan kepada keputusan untuk memberitahukan hasil pemeriksaan itu atau tidak kepada sang anak.
            Keadaan itu terus berlarut-larut, hingga keadaan sang anak pun makin lama makin menunjukan gejalanya.
            Akhirnya suami istri itu pergi kepada ayah mereka yang sudah lanjut usia dan menceritakan tentang keadaan cucunya.
            Sang kakek berkata “kenapa kau sembunyikan sesuatu yang benar walau menyakitkan?”
            “Tetapi yah… kalau aku memberitahukan hasil pemeriksaan itu, ia akan bersedih dan semangat hidupnya akan hilang”
            “Kalau gitu kau tidak tahu benar anakmu…,sudah berapa lama kau menjadi orang tuanya”
            “Ya sejak ia lahir hingga usianya 26 tahun”.
            “Kau tahu, anakmu lebih tabah menghadapi kehidupan daripada kalian”.
            Tanpa disengaja rupanya sang anak menyusul ke rumah kakek, sebenernya kedatangannya kesana hanya untuk mengunjungi kakeknya, betapa terkejut ia mendengarkan cerita kedua orang tuanya dari balik pintu.
            Saat mereka semua masih berdiskusi, sang anak tiba-tiba muncul dari balik pintu.
            “Ayah, sesungguhnya menyakitkan ayah begitu lama tidak memberitahukan apa yang saya derita…tetapi jika ayah mengatakannya dari awal, mungkin akan sangat menyakitkan dan menyedihkan mendengar tentang penyakit itu, tetapi sesungguhnya adalah lebih baik daripada saya tahu, kalau pun saya tak bisa sembuh, saya bisa mempersiapkan diri saya menghadapi kematian, saya bisa mempersiapkan diri dengan iman dan memohon ampun dosa saya”.
            Mendengar itu kedua orang tuanya menangis, haru dan merasa bersalah.
            Sang kakek tersenyum, lalu berkata “cucuku, kamu lebih bijaksana daripada kakek atau kedua orang tuamu, dalam usia kakek yang renta ini, kakek belum mempersiapkan diri menjelang kematian, tetapi kamu mengharapkan kebenaran walau menyakitkan bukan untuk kamu menjadi menderita tetapi untuk kamu menjadikan dirimu semakin kuat”.

“Kebenaran kadang sangat menyakitkan, tetapi kebenaran yang disembunyikan akan lebih menyakitkan, bahkan kejujuran akan lebih membuat kita siap menghadapi segala hal”

  • Share/Bookmark

Leave a Comment

Top Commentators
Twitter Updates
    News
    • 8:48 am, March 21, 2010
      22 Maret 2010, Realase eBook "What's In My Mind" yang dapat diakses bebas dan didownload bebas
      From: Marcus

    • 8:46 am, March 21, 2010
      23 Maret 2010, Markus Manifesto memperingati 6 tahun perjalanan, “6th Anniversary, 6 year journey telling you the truth”, kami mengucapkan terima kasih kepada pembaca setia kami, yang selama ini telah menyertai perjalanan kami.
      From: Marcus

    Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.