Atas Nama Rasa Nyaman Hati
Kita tak pernah tahu apa hasilnya setelah kita jatuh cinta, cinta bisa berakhir bahagia, tetapi bisa berakhir menyedihkan, bisa memberikan jawaban-jawaban dari pencariaan seseorang tetapi bisa meninggalkan tanda tanya baru bagi kita yang dilukainya…
Aku kadang bertanya dalam hati…(seperti yang sahabatku juga cari jawabannya)
Bagaimana orang yang saling mencintai bisa saling membenci, melarikan diri, menjauhi dan bahkan seperti orang asing yang tak saling mengenal ?
Kalau kita renungi, tentu bukan hanya sekedar “aneh” kelihatanya.
Pertanyaan yang hampir sama ditanyakan seorang sahabatku, ia berkata “aku berkata jujur, tetapi apa yang kudapatkan ia malah meninggalkanku….?, semuanya baik-baik saja saat aku mengungkapkan kejujuran, dan itu pun untuk kebaikannya”
(Saya tahu teman saya tak akan mengambil keuntungan dari apa yang dikatakannya).
Lalu aku berfikir dan menjawabnya dengan kenaifan… “apapun itu kita harus jujur?”, lalu aku berfikir meragukan perkataanku sendiri “apa seharusnya kita tak perlu jujur…” (karena aku pun pernah mengalami apa yang dialaminya).
Kesalahannya bukan karena kejujuran kita….
Ya kesalahannya bukan pada kejujuran kita….tetapi kadang kita melakukan sesuatu yang jauh dari pemikiran kita, jauh dari kesadaran kita, jauh dari kemauaan kita…lalu apa dong?
Jawabannya ada pada sepengal puisi ini…
“Atas Nama rasa Nyaman hatimu…, aku harus pergi dan meninggalkanmu…Aku tak berhenti mencintaimu…tetapi aku belajar melupakanmu”.
Atau (dalam bentuk penuturan yang lain)
“Aku mencintaimu tetapi kita tak bisa bersama”
“Aku tak mau perasaanku terhadapmu semakin berkembang untuk itu aku meninggalkanmu, aku mau melupakanmu, aku bersyukur kita pernah jadi teman, aku bersyukur aku pernah jatuh cinta padamu”
“Aku tak mau menyusahkanmu…walau aku mencintaimu…”
“Aku mau meninggalkanmu…, aku tak cukup baik bagi mu, aku mau kau dapat yang lebih baik dari aku”
“Aku mau kau lebih bahagia dengan yang lain”
Bukan hanya wanita, kadang pria pun meninggalkan orang yang dicintainya, karena alasan yang tak masuk akal…, play to be hero….but is hurt someone else…
Aku cukup tertegun dengan persamaan itu, persamaan yang aneh…
Bagimana itu bisa diungkapan dari pasangan yang saling mencintai…
Bagiamana kita malah tidak jujur pada diri kita sendiri, menutupi perasaan kita sendiri ?
Bagiku persamaan ini bullshit…mereka tak melihat sesuatu yang lebih lagi, mereka hanya mau berada dalam “Rasa Nyaman Hati”, mereka tak mau menghadapi tetapi intinya mereka lari, mereka kalah hanya karena pikiran-pikiran neg (negative)….so jawabnnya ia lari dari sebuah tantangan…dan menodai cinta dengan secara tak langsung menganggap cinta itu masalah…dan aku mau lepas dari itu.
Jika kau mencintai seseorang, untuk apa kau malah meninggalkannya..fight, perjuangkan cintamu (apa lagi keduanya saling mencintai), atau setidaknya sampai cinta itu tak ada lagi…then you can gone with wind…if love doesn’t work out.



2 Responses to “Atas Nama Rasa Nyaman Hati”