Dans le silence, tranquillité
Je laisse les nuages sombres
J’ai quitté le grondement du tonnerre
Je gardai le silence quand je mourrai
Laissant l’amour et tout ce que je dire sur la vie
4:12 PM 9/2/2010
Markus AP

Seorang berkata “Hidup itu dijalani saja”, apakah demikian? Lalu setelah dijalani apa lagi? Kita setiap saat melalui hidup seperti sebuah rutinitas yang itu-itu saja. Tanpa sadar kita tak menyadari untuk apa kita hidup. Untuk apa kita menjalani rutinitas itu. Untuk apa kita memiliki hidup. Hidup tanpa dimaknai maka hidup akan itu-itu saja tanpa arti, kita tak akan bisa menikmatinya dan mengsyukuri kehidupan yang indah ini. 8/2/2010 19:00 – Markus AP
Read More
Archive for Blackberry Note »
Everybody call him Marks, peoples say he is outgoing, caring, nice, cool, gentleman, humble, straight to the point, sometime he so quite, relegius, Intelligent, thinkers, honest, Confident, social butterfly, helpful & friendly. He always said : ‘Im still learn many thing in this life, Im not PERFECT person, Im not SUPER, or im not done in this life, especially with my self, so don’t expect too much, I just being my self. I just being what God want me to be.. In my life i just make everything simple, my life is to love, doing the best for me and another. “Hey life is not easy but make it simple”.Seorang berkata “Hidup itu dijalani saja”, apakah demikian? Lalu setelah dijalani apa lagi? Kita setiap saat melalui hidup seperti sebuah rutinitas yang itu-itu saja. Tanpa sadar kita tak menyadari untuk apa kita hidup. Untuk apa kita menjalani rutinitas itu. Untuk apa kita memiliki hidup. Hidup tanpa dimaknai maka hidup akan itu-itu saja tanpa arti, kita tak akan bisa menikmatinya dan mengsyukuri kehidupan yang indah ini. 8/2/2010 19:00 – Markus AP
Read MoreKadang lucu juga memperhatikan diri kita, saat kita melakukan kesalahaan kita tak pernah menyadarinyan, tiba-tiba saat kita dikritik oleh orang lain, kita malah merasa bahwa hidup kita sedang mendapat aniaya dan merasakan disakiti orang lain. Dan bukan belajar dan sadar diri dari kritikan tadi sebagai teguran Tuhan untuk menjadi lebih baik. Dan bukan mengharapkan Tuhan mengampuni kita tetapi malah mengharapkan Tuhan menghukum orang yang mengkritik. Kesadaran sejati kita tak ada manfaatnya. 7/2/2010 10:00 AM – Markus AP
Read More
Archive for Last Blackberry Note »




(VOTED 4 - SCORE 20 - 5.00 out of 5)



(VOTED 3 - SCORE 15 - 5.00 out of 5)



(VOTED 2 - SCORE 10 - 5.00 out of 5)



(VOTED 2 - SCORE 10 - 5.00 out of 5)



(VOTED 2 - SCORE 10 - 5.00 out of 5)



(VOTED 1 - SCORE 5 - 5.00 out of 5)



(VOTED 1 - SCORE 5 - 5.00 out of 5)



(VOTED 1 - SCORE 5 - 5.00 out of 5)



(VOTED 1 - SCORE 5 - 5.00 out of 5)



(VOTED 12 - SCORE 59 - 4.92 out of 5)Dans le silence, tranquillité
Je laisse les nuages sombres
J’ai quitté le grondement du tonnerre
Je gardai le silence quand je mourrai
Laissant l’amour et tout ce que je dire sur la vie
4:12 PM 9/2/2010
Markus AP
Ok, ok sampai mana kemaren cerita gue tentang bang toyip….
Oh iya, tentang ke geniusannya selingkuh, tentang ke geniusannya memanipulasi orang, dan tentang studinya “Mastering Technical Cheating”.
Coba gue kenal bang Toyip, pasti gue nasehatin sebagai teman. Dan seperti biasa karena kecintaan gue dengan sahabat gue, pasti gue nasehatin gue omelin, kalau perlu gue tabok biar sadar (kalau perlu gue masukin gudang, gue iket, baru ditabokin)…demi kebaikan bang Toyip.
“Kesian bang…ma bini…”
“Kesian bang…ma anak…, coba pikir bang kalau anak nanti disakitin ma orang”
“Bang, abang dikasi bini baik…ayo lah jangan disakiti, itu anugrah dari Tuhan”.
Sayangnya gue gak kenal…, dan dia bukan sahabat gue….yahhhh gue gak bisa ceramah deh…
Gue cukup tutup catatan ceramah gue, dan gak jadi ceramah…
Hanya berdoa, agar bang Toyip sadar “BENERAN”, bukan sadar “Boongan”.
Tobatnya bang Toyip semoga, tidak aspal, semoga.
Semoga ia bener-bener
Salemba
6/2/2010 6:37 AM
Markus AP
Untuk yang tinggal dikejauhan disana, diBarat Jakarta……
Read More
5/2/2010 4:32 PM
Markus AP
5/2/2010 4:32 PM
Markus AP
Kalau kemaren gue lagi sibuk bikin prosa, catatan, lalu bikin buku, yang isinya kompilasi cerpen dan puisi enam bulan belakangan ini, dan kalau dibaca sekilas orang-orang pada teriak “cieilahhh” apa nih hubungannya si cewek ma penulis, yah gue jawab, pikir sendiri lah…
Buat gue, gue cuma mau nulis, nulis apa yang bener, mau urusannya dibilang gak bener karena gue ngarang lah, gila lah, whatever…hanya gue dan Tuhan yang tau.
Selanjutnya terserah anda, dengan pandangan anda.
Nah itu kan kemaren, hari ini gue mau nulis parodi, kangen nulis parodi, kangen untuk tidak selalu serius, santai tapi nyelekit…loe tau lah gimana caranya gue nulis…gue gak suka pake tedeng aling-aling, nulis ya nulis aja, nulis apa yang benar dan menyindir kalau hidup rupanya miring, dan gue gak mau ikut-ikutan miring, berusaha untuk lurus.
“Aneh bener sih si ncus”…
”Masukin deh ke museum…kalau gitu” Kata gue. =)) =)) =))
Selain itu karena mang gue bisanya cuma nulis ya gue nulis, kalau gue bisa bikin lagu, punya studio musik sendiri, bakal gue bikin lagu dengan judul yang gak mellow tapi
Apa kamu telah menjadi bagian dari masyarakat, kerabat, kehidupan, orang-orang pada kebanyakan?. Yang berbaur dan diterima, yang menjadi, terjadi, berubah menjadi terpandang, disegani, yang disanjung, diagungkan, karena sekali lagi kamu menjadi bagian dari mereka kebanyakan?.
Kehidupan yang katanya seharusnya demikian, kehidupan yang diagungkan seperti keharusan orang untuk mengikuti semua orang kebanyakan.
Kamu menjadi seperti kebanyakan, menjadi masyarakat, kerabat, kehidupan, orang-orang pada kebanyakan.
Karena kamu makan seperti mereka kebanyakan, minum seperti mereka kebanyakan,
Bertutur seperti mereka kebanyakkan,
Bergosip intelek seperti mereka kebanyakkan,
Berpakaiaan seperti mereka kebanyakkan,
Telanjang seperti mereka kebanyakkan,
Kecing seperti mereka kebanyakkan,
Buang air besar seperti mereka kebanyakkan,
Korupsi seperti mereka kebanyakkan,
Selingkuh seperti mereka kebanyakkan,
Beribadah seperti mereka kebanyakkan,
Kata orang surga ada diatas sana, jauh diatas langit, lebih jauh dari matahari, lebih jauh dari bintang-bintang, lebih jauh dari batas jagat, jauh jaraknya jutaan tahun cahaya, tak tahu berapa satuaanya, jauh-jauh entah dimana, mungkin juga dekat, dekat disini.
Kata orang surga ada didalam Tuhan, semua yang ada, ada didalamNya, bintang, langit, matahari juga, juga jagat raya ada didalamNya.
Lalu bagaimana itu bisa jadi kata orang?, jika demikian Tuhan ada didalam pikiran kita? Apa mungkin, mana mungkin?
Kata orang untuk kesurga melalui pintu besar, dibalik pintu, hamparan putih indah seindah langit putih, bahkan lebih indah.
Kata orang surga itu indah, lebih indah dari alam dibumi, sungai-sungai berair bening, laut-laut biru, sebiru langit, bersih bening sebening kristal, air tak seperti air dibumi, murni lebih murni dari air botol atau air kali, mengalir menembus obyek-obyek, mengalir dan murni semurni Roh-Roh.
Kata orang surga itu kaya, lebih kaya dari semua orang kaya, segala yang ada dibumi ada disana, dedaunan hijau tak bisa mati, hewan-hewan tak saling bersaing, taring tak punya arti.
Kata orang surga itu terang, lebih terang
Dedaunan berguguran dari pohon entah pohon apa, sedang matahari sembunyi seakan menangis disudut ruangan, padahal dipagi hari seharusnya ia bersinar, tetapi awan mendung menyekatnya, dan hari itu seakan pristiwa golgota terulang lagi, langit menjadi gelap mencekam, entah apa kemudian langit memuntahkan tangisnya membasahi bumi, tapi bukan karena menangis karena anak manusia pergi, tapi memang saat itu musimnya.
Hari itu hanya ada mereka yang kucintai disana, melihat kedalam liang lahat, jauh kedalamnya mereka menatap pilu, menatap berat kebawah, didalam liang terbaring tubuh yang berbeban, yang lelah, terluka, juga kuat menahan semua, yang kemudian akan selesai saat nanti akan tertutup bumi, ia akan tidur didalam gelap dibawah bumi, bersatu mencinta memeluk bumi, bersatu bercinta memeluk bumi, bersatu bersama bumi, bersatu melebur bersama bumi, pergi mencariNya yang kucintai.
Hari itu mungkin hanya ada yang kucintai disana, mungkin tak ada sang kekasih disana melayat, hanya untuk melihat tubuh ini tertutup bumi atau mengucap selamat jalan, hari itu hanya ada yang kucintai disana, yang mengenalku sepanjang hidup, yang mencintaku sepanjang detik, tapi mungkin tak ada sang kekasih disana, menangisi aku bercinta bersama
Sekarang
Tak ada lagi senyum
Diwajah mawar
Tak ada lagi
Hidup dimalam hari
Aku ingin menduga
Jika aku mati
Malam telah pergi
Sunyi pada saat aku mati
Terkubur jauh dibawah bumi
Lalu
Habis mati apa hidup?
Habis mati apa tetap mati?
Habis gelap apa selalu terang?
Habis gelap lalu apa?
Aku berhenti bertanya
Berhenti me-reka-reka
Sekarang
Malam sekarang selamat tinggal
Bintang pun telah pergi
25/1/2010 1:52 AM
Markus AP
Belakangan ini saya memulai tahun baru dengan kesibukan yang lumayan padat, dari meeting sampai ngurusin orang curhat, kalau yang satu itu gak bisa di hilangkan dalam kehidupan saya, mau saya punya masalah pribadi pun, orang-orang suka gak tau dan masih sanggup saya menjadi pendengar untuk masalah mereka.
Yah itulah kehidupan saya.
Maka jika kali ini saya sempatkan menulis, itu juga disela kesibukan yang padat.
Saya kan banyak kerjaan booo, bukan kelayapan gak jelas, bukan ngerjain orang gak jelas, apa lagi nyakitin orang…ahhh jauh-jauh deh dari hidup saya sifat-sifat begitu Heheehe :D
Kali ini saya sedikit sinistic dengan apa yang belakangan saya perhatikan dalam kehidupan, mungkin anda gak lihat, gak pernah memperhatikan, tapi saya melihat, dan tergelitik ingin menulis tentang apa yang saya lihat itu dalam hidup.
Jelas dijudul saya tulis dengan gamblang “Love is not a game”, artinya, cinta bukan mainan, entah apakah ada arti lain teserah anda….
Tapi cus boleh dong, main-main sama cinta?
Ya itu teserah anda sih, kalau saya sih ogah…males…gak mau. Kalau kita bisa serius
Esok semoga hanya
SuaraNya dalam telinga
Memanggilku pulang
Mencari RidhoNya yang terlupa
Dan aku ingin segera pulang
19/1/2010 7:05 PM
Markus AP
Walau
Didalam dada yang sesak
Jerit-jerit bungkam
Tak henti, tak mau diam
Terdengar tangis bersuara pelan
Aku
Berhenti menanyai "kenapa"
Semua yang pedih
Kuterima dengan tangan menegadah
Semua yang lirih
Kuterima dengan wajah yang senyum
Kuharap aku pergi menghadapNya
19/1/2010 4:32 PM
Markus AP
Jika mungkin cinta
Nanti bukan gula-gula
Juga bukan arang berwarna kelam
Sekalipun membara
Tak ingin sampai padam
Tak ingin sampai koma
19/1/2010 2:59 AM
Markus AP
15/1/2010 12:13 AM
Markus AP
Dan disaat hening ini aku menengadah ke langit, menangkat kedua tanganku kelangit berkata “Biarlah MauMu Menjadi Mauku”, dan berharap sebuah kekuatan datang, dan sebuah wahyu datang berkata “Pergilah jauh kebarat”, aku menanti suara itu, aku menanti keinginan untuk mengarungi kehidupan ini atau pergi untuk membunuh diriku sendiri.
Aku telah berkata, mungkin ini menjadi kehendakNya, bahwa cinta didalam sini memang harus disalibkan, aku memang harus dikorbankan, apalah artinya aku dimatamu atau dimataNya, tapi aku mengsyukuri apapun yang dikalungkan bagiku…aku menerima semua yang diturunkanNya bagiku, walau dalam keadaan yang paling buruk sekalipun.
Maka jika aku memang harus dihanguskan diatas pembakaran, dimana apinya membara mematangkan kulit, mendidihkan darah, menghanguskan hati, jadi abu, aku telah melaluinya, aku harus menerimanNya. Karena Cinta didalam sini harus dibakar habis, dihanguskan sampai betapa pedih rasa sakit yang dirasakannya. Dan aku tak dapat tertidur karena hal yang menyakitkan itu tiap kali datang.
Read More
Aku mati, saat aku menghadapi dirimu yang juga mati…
NewYork City
2/1/2010 7:22 PM
Markus AP
NewYork City
31/12/2009 9:12 PM
Markus AP
Hari ini aku duduk menghadap sunyi, mencoba mencari sapaanNya yang tenang, aku tak dapat menangis, tak dapat marah, hanya diam dalam sunyi itu, semua rasa serasa menyakitkan, serasa membara, luka, lelah dan tak mengerti, aku benar-benar seperti orang yang menjadi bodoh, tak mengerti apapun, bukankah begitulah manusia, tak selalu menemukan jawaban atas hal-hal yang tak terpahami.
Tapi kali ini keadaan yang tak ku pahami itu membuatku ingin memberontak melepaskannya, maka saat itu aku alihkan sikap diamku dengan mencariNya dikesunyiaan, saat itu pula kesunyian menjadi tidak lagi sunyi, karena saat itu aku seperti terlepas dari Tubuhku, pergi ketempat jauh diatas bukit, melihat keseluruh hamparan lembah dibawahnya, lalu dibawa lagi pergi ketempat lain, lalu ku dengar suara-suara yang agung yang tak pernah aku tau, saat itu pemahamanku terbuka, mataku terbuka, aku bersyukur atas itu, aku bersyukur atas kita, aku bersyukur atasNya, aku bersyukur atas kehidupan.
Adakah saat-saat yang indah selain disapaNya didalam kesunyiaan.
Saat itu pula, seluruh kekuatanku menjadi pulih, seluruh lelah ku menjadi sirna, aku seperti sedang tidak berjalan tetapi sedang terbang,
NewYork City
28/12/2009 3:20 AM
Markus AP
Hari-hari ini aku mengsyukuri apa yang terjadi pada kita, jika itu pula menjadi keputusanNya, dan jika hari-hari ini kita bisa dipertemukan dalam sebuah teguran dan sapaan, aku juga mengsyukuri keputusanNya, walau pertemuaan kita kali ini kadang penuh ketegangan. Dan mungkin semua ketegangan itu ada karena jiwa dan hati ini benar-benar merasa telah dilukai, dihianati, ditinggalkan.
NewYork City
26/12/2009 9:00 PM
Markus AP
Tapi disaat seperti ini aku tak sanggup lagi bertanya kepada Tuhan, apakah akan ada senyum yang abadi, akankah ada kebahagiaan yang abadi, hanya pemohonan-permohonan saja yang bisa disampaikan kepadaNya agar kebahagiaan itu tak pergi.
Lalu apa kehendak Tuhan kali ini, apakah ini sebuah pekerjaan yang harus diselesaikan, apakah menjadi maha karya terakhir kemudian aku mencapai perjalanan terakhirku.
Jika Tuhan berkata “belum” siapa yang dapat berkata “sudah”, tak ada yang dapat menentang Tuhan.
Aku tak sanggup bertanya semua itu kepada Tuhan, tapi aku bertanya pada hati tentang pertanyaan itu, aku rela hati untuk apapun kemauaanNya.
Semoga dan semoga, biarkan senyum itu indah, tidak sekejap, tidak dalam waktu singkat. Dan terjadilah kehendakNya bukan kehendakku.
NewYork City
25/12/2009 11:00 PM
Markus AP
Itu kenapa aku menolak menghianati cinta, itu kenapa aku menolak untuk menyerah dan lari dari perjuanganku, karena aku akan menyesal kemudian dan kehilangan semua harga diriku kemudian. Aku tak mau kehilangan harga diriku, aku tak mau menyesali sesuatu kemudian. Karena penyesalan akan nampak jadi sesuatu yang tak berarti jika seluruhnya telah terlambat. Apa artinya hidup jika kita memiliki terlalu banyak penyesalan dikemudian, penyesalan yang tak akan mengembalikan sesuatu, penyesalan yang tak akan mengubah sesuatu.
Apakah aku sebagai laki-laki harus menyerahkan harga dirinya demi nafsu yang semu, dan kemudian kehilangan semuanya. Aku menolak itu, aku tak ingin jalan itu.
NewYork City
Markus AP
25/12/2009 1:31 PM